Racun pada ikan buntal lebih mematikan dari sianida

Atra (LHOKSEUMAWE)
Ikan buntal atau pufferfish, atau orang Aceh menyebutnya bukum selama ini memang dikenal sebagai ikan yang sangat beracun. Bahkan paramedis menyebutkan racun yang terdapat pada ikan buntal belum ada penangkalnya, dan daya mematikan racun ikan ini lebih kuat dari racun sianida.

Selain di Lumajang, Jawa Tenggah, dikabarkan tiga mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Lhokseumawe, tewas setelah mengkonsumsi ikan buntal.Kabar yang belum jelas faktanya ini diungkap nelayan yang seharian beraktifitas di waduk Lhokseumawe.

“ketiganya perantau asal Sumatera Utara.Mereka mungkin tidak tahu ikan yang mereka konsumsi itu beracun, padahal ikan buntal selalu dibuang nelayan atau pemancing,”ujarnya sambil melempar jala.

Direktur RSUD dr Haryoto, Indrayudi, mengatakan, ikan buntal memang memiliki kandungan racun yang sangat kuat. Sebab ikan ini memang berbeda dengan dengan ikan-ikan pada umumnya. “Bila ikan lain membuang bakteri atau racun dari dalam tubuhnya, maka ikan buntal menyimpan bakteri di limpa, tempat telur, dan empedu,” katanya.

Menurut Indrayudi ada tetradotoxin dalam ikan buntal yang antidoktum saat ini belum ada. “Belum ada penangkal atau penawarnya,” kata Indrayudi.
Karena itu, paramedis di RSUD dr Haryoto kaget ketika mengetahui empat bocah yang dibawa ke rumah sakit tersebut telah mengkonsumsi ikan buntal. “Racun dalam ikan buntal sangat kuati, sianida kalah, bisa 20 kali sianida,” kata Indrayudi. Orang yang terkontaminasi racun ikan buntal akan muntah, mencret, serta terjadi disfungsi otot nafas.
“Ini berpengaruh pada organ pernafasan yang terganggu. Artinya, ada gagal nafas dan gagal jantung karena selain menyerang otot pernafasan, otot jantung juga terserang,” katanya.(*)

Komentar

Comments are closed.