EKSEKUSI HUKUMAN CAMBUK DI ACEH TENGAH DIDEMO MAHASISWA

Atra, (ACEH TENGAH) : Eksekusi hukuman cambuk terhadap 5 orang pelaku pelanggar Qanun Jinayah Aceh, di halaman Gedung Olah Seni Kota Takengon (26/7), didemo sejumlah mahasiswa, pasalnya mahasiswa menuding penegakan qanun Jinayah di Aceh Tengah masih tebang pilih..

Ke-lima orang itu dinyatakan bersalah oleh Kejaksaan Negeri setempat, telah melanggar pasal 1 qanun Aceh nomor 6 tahun 2014, tentang hukum jinayah, Jo_pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, karena tertangkap sedang bermain judi.

Kelima terhukum itu di eksekusi cambuk setelah mendapat putusan tetap dari Mahkamah Syari’ah Takengon dengan nomor : 03/JN/2016/JS-TKN dan 04/JN/2016/2016/MS-TKN tanggal 18 juli 2016.

Saat eksekusi berlangsung, tiba tiba dikejutkan dengan kedatangan sejumlah demontran dengan membawa karton yang bertuliskan kecaman terhadap penegakan Hukum Syariat Islam di Aceh Tengah.Mereka meneriakan dan menentang pelaksanaan eksekusi cambuk yang dinilai tebang pilih.

Meski sempat terhenti sesaat, eksekusi kemudian dilanjutkan kembali sampai tuntas.

Hasbi, selaku koordinator aksi menentang pelaksanaan eksekusi hukuman cambuk terhadap pelaku pelanggar syariat Islam di kabupaten Aceh Tengah yang dinilai masih tebang pilih.

Pasalnya dari sejumlah kasus pelanggaran syariat Islam yang seharusnya dieksekusi cambuk, namun, salah satunya kasus oknum kepala desa meseum justru diselesaikan secara damai antara kedua pihak keluarga secara hukum adat,”kasus salah seorang kepala desa meseum yang sempat digrebek warga beberapa waktu lalu, penyelesaiannya hanya didamaikan dengan hukum adat tanpa berlanjut ke Mahkamah Syariat. Inikan tebang pilih,”jelas Hasbi

Menurutnya, dalam penegakan Syariat Islam di Aceh qanun Jinayah Aceh sendiri kekuatannya dapat menjatuhkan hukum adat,”kok, kasus kepala desa meseum hukum adat yang dipakai oleh penegak hukum untuk membebaskan oknum kepala desa tersebut dari jeratan hukum cambuk,”protes Hasbi.(yus)

Komentar

Comments are closed.