Pengajiaan minimnya peran wanita Aceh dalam Pilkada 2017

Aceh Sumatra (Lhokseumawe) ; LPPM ( Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Unimal Lhokseumawe bekerja sama dengan ASPIKOM ( Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi) Korwil Aceh, mengadakan kajian dan diskusi Pilkada Aceh 2017 dengan tema “Perspektif Gender Perempuan Dalam Pilkada Aceh 2017”

Dalam forum diskusi ini turut dihadiri oleh para akademisi, aktivis, mahasiswa dan media massa diantaranya, Dr Nirzalin Armia (pengamat sosiologi politik Unimal), Dr Nazaruddin (pengamat sosiologi Unimal), Dr Rusdi Abubakar (pengamat ekonomi politik Unimal), Safwani. SH (ketua Pokja. Hukum dan HAM KNPI Aceh Utara, Cut Sukmawati M.Si (Dosen Fisip Unimal/Peneliti Gender) dan sdr. Haris mewakili BEM Unimal Lhokseumawe.

Kamaruddin Hasan. M.Si selaku ketua panitia kepada acehsumatra.co.id mengatakan bahwa, keterlibatan kaum perempuan dalam politik khususnya di Aceh masih sangat kurang, bahkan di beberapa daerah tidak ada bakal calon eksekutif dari kaum perempuan baik untuk calon Bupati, calon wakil bupati, calon walikota atau pun calon wakil walikota.

“Mengapa hal ini bisa terjadi, apakah karena ruang publik tidak diberikan kepada kaum perempuan atau ada hal lain? Padahal secara regulasi sudah diatur tentang hak keterlibatan perempuan dalam politik,”sebut Kamaruddin, di Lhokseumawe, (14/9)

Dari hasil kajian dan diskusi para narasumber didapatkan beberapa hal yang menyebabkan kurangnya keterlibatan kaum perempuan dalam politik seperti, kurangnya kompetensi kaum perempuan, persoalan dalam konteks keagamaan dan kurangnya minat kaum perempuan untuk berpolitik (jml)

Komentar