acehsumatra.co.id (Jakarta) – Realitas kekinian menunjukkan  kekerasan, intoleransi, dan  radikalisme mengancam kebhinekaan dan demokrasi.Paham radikal, teror bukanlah isapan jempol, namun benar adanya ditengah-tengah masyakat kita.

“Wajah radikalisasi masih terus terjadi di Indonesia. Sepanjang tahun 2016, telah terjadi sedikitnya empat kali bom bunuh diri,”  sebut Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa H. Cucun Sjamsurijal kepada acehsumatra.co.id pada Muspimnas Garda Bangsa di Bidakara, Jakarta, Rabu (18/01).

Cucun, mengatakan gerakan radikalisasi ini telah mangancam sendi-sendi kebhinekaan dan kebangsaan yang telah dibangun dengan susah payah oleh founding fathers Indonesia.oleh karena itu merebaknya paham radikalisme-terorisme patut mendapatkan perhatian kita

Beberapa lembaga penelitian, seperti Education Sector Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) mensinyalir bahwa paham radikalisme-terorisme telah masuk dan menginfiltrasi institusi pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai sekolah Menengah.

Menut dia,  lembaga riset Pew Researce, merilis hasil penelitiannya yang menyebutkan bahwa Indonesia masuk katagori negara yang penduduknya, 4 % atau sekitar 10 juta penduduk Indonesia, mendukung pandangan-pandangan dan gerakan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS).

“Ironisnya, pandangan-pandangn radikal dan ektrim ini didukung oleh anak muda yang berada dalam usia produktif,”ujarnya

Menurut Cucun, kondisi aktual inilah yang mendorong organisasi DKN Garda Bangsa membahas lebih mendalam upaya mengatasi radikalisasi

Karena itu, tujuan digelarnya Muspimnas DKN Garda Bangsa antara lain akan membedah peran penting pemuda dan generasi milenila dalam pembangunan di Indoensia.

Kemudian merumuskan isu-isu strategis dan perjuangan pemuda dalam upaya pengentasan kemiskinan sebagai solusi deradikalisasi serta Konsolidasi organisasi Garda Bangsa dalam rangka memenangkan pemilu 2019

Acara Muspimnas DKN Garda Bangsa akan menampilkan pula Talkshow yang bertajuk: ‘Deradikalisasi’ dengan narasumber H. Abdul Muhaimin Iskandar (keynote speech), Kapolri (Tito Karnavian), Abdul Kadir Karding (sekjen DPP PKB), Al Chaidar (pengamat Terorisme) dan Mohammad Toha (sebagai pansus RUU terorisme DPR).

Selain itu beberapa menteri kabinet kerja pemerintahan Jokowi-JK juga akan hadir sebagai pembicara dalam Talk show Generasi Milenial yang akan membahas potensi dan mainstreaming generasi milenial dalam mensukseskan pembangunan Indonesia.

Para menteri yang hadir adalah HM. Imam Nahrawi (Menpora RI), HM. Hanif Dhakiri (Menaker RI), H. Eko Putro Sanjoyo (Menteri Desa dan PDTT) dan HM. Nasir (Menristek Dikti) serta H.A. Malik Haramain (Wakil Ketua Komisi VIII DPR) – (zal)

Komentar