acehsumatra.co.id (Jakarta) – KIP Lhokseumawe terbukti melakukan pelanggaraan Kode Etik Penyelengara Pemilu, dan kelima komisioner KIP Kota Lhokseumawe mendapat peringatan.

Putusan tersebut diputuskan dalam sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) di Jakarta, Rabu (25/01).
Sebelumnya pengadu Panwaslih Lhokseumawe mengadukan KIP Lhokseumawe ke DKPP atas putusan menetapkan Rachmatsyah sebagai calon walikota Lhokseumawe.
Berikut cuplikan bunyi putusan oleh DKPP
1. Mengabulkan pengaduan para Pengadu untuk sebagian;
2. Menjatuhkan sanksi berupa Peringatan kepada Teradu I atas nama Syahrir M. Daud selaku Ketua merangkap Anggota KIP Kota Lhokseumawe, Teradu II atas mama Dedy Syahputra, Teradu III atas nama Yuswardi Mustafa, Teradu IV atas mama Armia M. Nur, dan Teradu V atas nama Abdul Hakim selaku Anggota KIP Kota Lhokseumawe terhitung sejak dibacakannya Putusan ini;
3. Memerintahkan KIP Provinsi Aceh untuk menindaklanjuti putusan ini paling lama 7 (tujuh) hari sejak dibacakannya putusan ini;
4. .Memerintahkan Badan Pengawas Pémilu Republik Indonesia untuk mengawasi
pelaksanaan putusan ini.
Demikian diputuskan dalam rapat pleno oleh 7 (tujuh) anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum, yakni Prof. Dr. Jimly Asshiddiqic, sebagai Ketua merangkap Anggota, Prof. Dr. Anna Erliyana, SH., Ml-l., Dr. Valium Singka Subckti, MEL, Pdt. Saut Hamonangan Sirait, M.Th., Dr. Nur Hidayat Surdini, MSL, Endang; Wihdatiningtyas, S.H., dan Ida Budhiati, S, M.H., masing-masing sebagaii Anggota.(zal)
Komentar