acehsumatra (Jakarta) – Ketua Umum Pemuda Penegak Konstitusi Indonesia (PPKI) menyoroti KPK dalam penyelesaian Kasus Hukum E-KTP. Syamsul Rizal dalam pandangannya  bahwa terkait dengan penyelesaian kasus E – KTP, sepatutnya KPK segera mengagendakan untuk dilakukan penggeledahan dan penangkapan oknum-oknum yang terlibat atau dalang jika KPK sudah memiliki dua atau tiga alat bukti, sehingga kinerja KPK tidak terganggu karena masih banyak kasus – kasus korupsi yang harus diselesaikan KPK seperti dugaan kasus korupsi mantan Bupati Sula Maluku Utara dua periode, AHM, yang merugikan negara ratusan milyar dll.

Sampai saat ini dia menilai belum ada kerja kerja KPK yang spektakuler diakui rakyat, terkesan tebang pilih dan lamban menangani kasus kasus besar dimana kita tau bahwa justru kasus kasus inilah yang sebenarnya merugikan negara cukup besar. Selain itu KPK juga harus mampu mensinergikan visi misi pemberantasan korupsi dengan konsep pemerintah saat ini tentang Revolusi Mental,”Pemberantasan Korupsi itu bagian dari kerja – kerja nyata.Konsep Revolusi Mental pemerintah saat ini,”tegas MSR sapaan akrab Syamsul Rizal, di Jakarta (8/2)

MSR juga menyoroti beberapa dampak negatif dari penerapan E-KTP di indonesia antaralain, Pemerintah Indonesia lebih banyak mengeluarkan anggaran dalam pembuatan E-KTP, dan E-KTP di Indonesia belum terealisasikan dengan baik, karena masih banyak daerah  di indonesia  belum mengikuti prosedur E-KTP yang hanya formalitas semata, dikarenakan hanya untuk mempermudah dalam mendata penduduk  dalam PILKADA, PILEG, PILPRES saja, berbeda dengan E-KTP yang ada di negara-negara maju dan pembuatan E-KTP di Indonesia belum 100% dengan kata lain belum mengikuti prosedur yang semestinya.

Oleh karena itu percepatan kasus hukum E-KTP perlu dipercepat tanpa pandang bulu sehingga KPK secara kelembagaan pun secara kinerja dapat diakui rakyat dan mendapat kepercayaan penuh dari segenap Rakyat Indonesia. Selain itu Pemerintah juga harus kembali memperbaiki sistem dan manajemen E-KTP, Ujar MSR yg juga kader Partai Golkar ini. (,*)

Komentar