acehsumatra.co.id (Jakarta) – Salah satu ciri bangsa maju memiliki tingkat kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas kerja yang tinggi. Ketiga hal ini dipengaruhi oleh keadaan gizi, pola  makan dan hidup bersih merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi.
Dikatakan Ketua Yayasan Mitra Pangan, Gizi dan Kesehatan Indonesia (MPGKI)  Drs Benny A Kodyat MPA kepada wartawan dalam rangka serangkaian acara yang digelar MPGKI di Stikes Binawan, Jakarta, Senin (27/2)
Menurut Benny, kuantitas dan kualitas serta keamanan makanan dan minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi tingkat kesehatan individu dan masyarakat. Agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari kekurangan dan kelebihan gizi sebagai pemicu timbulnya  berbagai penyakit kronis atau penyakit tidak menular (PTM) terkait gizi seperti penyakit jantung, hipertensi, stroke, kencing manis dan kanker,  maka pola makan masyarakat perlu ditingkatkan   kearah konsumsi gizi seimbang.
“Prevalensi  kelebihan berat badan dan kegemukan pada Balita dan kelompok Usia >18 tahun masih memprihatinkan walau sudah menunjukkan penurunan. Kelebihan gizi ini timbul akibat kelebihan asupan makanan dan minuman kaya energi, kaya lemak jenuh, gula dan garam tambahan, namun kekurangan asupan pangan bergizi seperti sayuran, buah dan serealia utuh, serta kurang melakukan aktivitas fisik,”jelas Benny
Sambungnya, pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 42/2013, menyatakan bahwa untuk mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif diperlukan status gizi yang optimal, dengan cara melakukan perbaikan gizi secara terus menerus. Percepatan perbaikan gizi adalah upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui penggalangan partisipasi dan kepedulian pemangku kepentingan secara terencana dan terkoordinasi untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat prioritas pada seribu hari pertama kehidupan.
Sebutnya, termotivasi dengan upaya Pemerintah untuk mempercepat upaya perbaikan kesehatan, gizi dan konsumsi pangan masyarakat, kata Benny, 4 (empat) Organisasi Profesi yaitu: Perhimpunan Cendikiawan Pangan dan Gizi Indonesia (PERGIZI PANGAN), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), mendirikan  satu lembaga kemitraan antara pemerintah, akademisi yang tergabung dalam organisasi profesi dan dunia usaha membentuk yayasan yang bersifat nirlaba dengan nama Mitra Pangan, Gizi dan Kesehatan Indonesia (MPGKI) pada tanggal 8 Maret 2016.
Program yang akan dilaksanakan MPGKI dalam kurun waktu 5 tahun (2017 – 2022) diarahkan untuk mencapai tujuan membangun masyarakat sehat berprestasi meliputi:Edukasi pangan, gizi dan kesehatan masyarakat.
Advokasi, Pemberdayaan dan bantuan pangan, gizi dan kesehatan masyarakat.
Pengembangan Program berbasis bukti dalam bidang pangan, gizi dan kesehatan masyarakat.(fs)
Komentar