acehsumatra co.id (Singkil) Selan (30) Karyawan PT Perkebunan Nasindo warga Pea Jambu Kecamatan Singkohor, Aceh Singkil (22-3-2017) hilang diculik seseorang minta tebusan uang ratusaan juta sudah ditemukan ternyata adalah modus.

Hal itu terungkap setelah Kepolisian dan pihak keluarga menemukan Selan dari tempat persembunyian diperbatasan Natal-Rio Senin, 6-3-2017.

“Selan bukan diculik oleh seseorang, melainkan melarikan diri fikirannya terganggu dan tres, diduga Selan terbelit masalah hutang, Kata Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Miliardin melalui Kasat Reskrim Iptu Agus Riwayanto, diruang kerja Kapolres, Selasa, (6-3-2017).

Berdasarkan dari hasil Pelacakan Kepolisian saat Salan melarikan diri terlebih dahulu singgah di Bank Mandiri Syariah Rimo, dan di Bank Syariah Subulussalam mengambil uang tabungannya melalui ATM mengendarai sepeda motor Supra X125 BL 5949 RE.
Sedangkan upaya penculikannya meminta uang tebusan Rp 100 juta hingga menururun sampai Rp 20 Juta adalah melalui telepon genggam pakai nomornya pribadi, menurut keluarganya suaranya sendiri, Ucap Agus.

Selanjutnya Selan hendak melarikan diri menuju Pekan Baru Rio dengan menggunakan mobil sewa dan meninggalkan motornya di Subulussalam.

Kronologis kasus Selan, pada hari kejadian sebelum hilang korban ditelepon oleh seseorang yang mengajaknya bertemu di salah satu rumah makan di Rimo Kecamatan Gunung Meriah.
Saat tengah hari itu ia pulang dengan mengendarai sepeda motor Supra X 125 BL 5949 RE. Namun, hingga hari berganti malam Selan tak jua sampai ke rumahnya. Sepeda motor yang dikendarainya bahkan ikut raib entah ke mana. Sudah enam hari hilang, pencarian sudah dilakukan ke mana-mana. Termasuk sudah dilapor ke polisi, tapi belum juga ditemukan, kata Sudirman, saudara korban.

Keluarga korban yakin Selan diculik, setelah dihubungi oleh seseorang melalui pesan singkat (sms) yang mengaku sebagai penculik ayah dua anak itu. Dalam komunikasi via sms, pelaku meminta uang tebusan Rp 100 juta, lalu beberapa hari kemudian tarifnya diturunkan jadi Rp 20 juta. Minta tebusan hari pertama Rabu lalu 100 juta rupiah, namun pada Jumat kemarin mintanya cukup 20 juta rupiah saja, sebut Sudirman.
Pelaku yang meminta tebusan tersebut hanya berkomunikasi melalui sms. Saat ditelepon, ia tak pernah mau mengangkat telepon. Belakangan, saat menghubungi keluarga korban, pelaku tidak lagi menggunakan nomor yang selama ini biasa digunakan. Ia justru mulai memakai nomor telepon Selan yang ternyata dirinya sendiri.(Rostani)

Komentar