acehsumatra.co.id (Jakarta) – Paslon Walikota Langsa, Fazlon Hasan menyampaikan sendiri gugatannya, setelah tim hukumnya meminta kepada hakim MK, pada sidang sengketa Pilkada Walikota Langsa 2017, di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta (16/3).

Dalam kebratannya pada sidang pemeriksaan, Fazlon menuding KIP Aceh, telah melakukan dugaan kecurangan yang sistematis dan terstruktur dilakukan oleh KIP Kota Langsa, mulai dari politik uang, intimidasi.

Fazlon, meminta hakim untuk meeliminir keputusan KIP Langsa, tentang ketetapkan uang sufah diplenokan itu.

Hakim MK meminta Fazlon membuktikan tudingan yang dilontarkan harus dilengkapi alat bukti bukan sekedar tudingan.

Fazlon mengakui alat bukti ada, namun karena pada sidang pertama ini, ia tidak mengunakan kuasa hukum alat bukti yang diminta majelis belum dilampirkan.

Sebagaimana diketahui Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini (16/3) mulai menyidangkan perselisihan hasil Pilkada serentak bupati, walikota dan gubernur seluruh Indonesia.Sidang direncanakan dimulai pukul 09’00 Wib di bagi dua panel.

Sepuluh pemohon walikota/bupati termasuk sengketa Pilkada gubernur Aceh pada sidang panel 2, akan dimulai pukul 09-00 pagi ini dengan diawali perselisihan hasil pemilihan Bupati Aceh Singkil dan diakhiri perselisihan Gubernur Aceh pukul 13.00 Wib.

Panel Hakim sidang sengketa Pilkada Aceh sbb, Anwar Usman, I Dewa Gede Palguna, Manahan MP Sitompul, dan panitera penganti Cholidin Nasir, Syukri Asyari dan Dian Chisnul Chatimah.(fs)

 

Komentar