(JAKARTA) acehsumatra.co.id – Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-53 ditutup dengan pagelaran Sendratari WBP “Merangkai Asa” di Lapas Narkotika Jakarta, Kamis malam (27/04).

Persiapan pementesan kurun waktu hanya dua minggu, tapi kualitas penampilannya seperti seniman-seniman profesional, yang hasilnya sangat memukau bagi para tamu undangan yang hadir,  gaya aksi heroik diatas panggung, dikemas dalam teater karya dari ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan perwakilan Seluruh Indonesia seperti Tari Cakalele dari Rutan Labuha Maluku Utara dan Lapas Perempuan  Semarang, Jakarta dan LPP Tangerang, Lapas Binjai Sumut, Lapas Subang Jawa Barat.

Tembang kejayaan Pemasyarakatan mengalun merdu membawa ke masa silam, saat bara semangat memperjuangkan sisi kemanusiaan mahluk  ciptaan Tuhan yang “tersesat” terus berkobar.  Aral melintang tidak pernah menjadi penghalang bagi Insan Pemasyarakatan yang menginginkan pulihnya hidup, kehidupan dan penghidupan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.

Setiap momentum yang dicipta bersama, menjadi tonggak baru untuk terus memperbaiki perjuangan dalam mencapai satu tujuan, yang dibingkai dalam semangat kebhinekaan. Memang tidak pernah bisa sendiri.  Bergandeng tangan saling menguatkan, akan mempercepat pencapaian.

Tapak-tapak pencapaian akan menjadi pijakan langkah selanjutnya, dan tetap terukir indah dalam perjalanan sejarah peradaban. Dan sejatinya hidup adalah bagaimana menemukan makna sebagai hamba ciptaan Tuhan Yang Maha Sempurna, selanjutnya meneruskan perjalanan dengan merangkai asa.

“Persembahan tersebut memerankan bagaimana pemasyarakatan yang tetap membangun secara utuh dan tetap membagun secara mekanisme, tapi memang butuh perjuangan, dan kita berharap pemasyarakatan begitu kedepannya” ungkap Direktur Jenderal Pemasyarakatan I Wayan Kusmiantha Dusak

Sementara itu usai pementasan Penyair dan Penulis Cak Nun diminta maju ke depan untuk menyampaikan respons dan apresiasinya mengungkapkan ini luar biasa, justru karena diselenggarakan oleh Lapas dan dimainkan oleh para narapidana, sementara kualitasnya tak kalah dengan pementasan kolasal kesenian yang diselenggarakan oleh IKJ, TIM atau lembaga pusat-pusat kesenian lainnya serta sudah sekelas festival film Internasional.(Sar)

Komentar