JAKARTA (acehsumatra.co.id) Praktek investasi bodong sudah ada sejak puluhan tahun lalu.Berdasarkan data, kerugian masyarakat akibat investasi bodong hingga Agustus 2016 mencapai 126,5 triliun, dan pengaduan Mishawaka kurang lebih 2.772 kasus.
Hal itu disampaikan Ketua Legal Consultant Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) Ina H Rachman SH MH, didampingi Ketua Umum Apli, Ir Joko H Komara, pada Seminar Nasional yang bertemakan “Katakan Tidak Pada Investasi Ilegal” di Jakarta, (2/5)
Menurut Ina, seminar ini bertujuan memperkuat koordinasi pencegahaan dan pemberantasan investasi ilegal alias bodong, juga untuk menyamakan persepsi, visi, misi dan penegakan hukum lebih efektif dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat terkait investasi bodong.
Oleh sebab itu APLI berserta instasi terkait;Kemendag, Kejagung, Kepolisian, Komimfo, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Bappebti, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal, menyelengaralan seminar ini.
Selain daripada itu kata Ketum APLI, Ir Joko H Komara, APLI aktif mendukung upaya penegakan hukum, khususnya terkait dengan investasi bodong skema piramida.”Kita turut membantu memberikan Keterangan ahli dalam perkara Goenarni Goenawan dalam kasus Wandermind dengan dijatuhi pidana 12 tahun penjara dan denda Rp 10 milyar, di Pengadilan Negeri Jayapura.dan kasus lainya seperti investasi ilegal money game, Dream for Freedom,”jelas Joko.
Seminar gabungan beberapa instansi itu diketuai oleh Ina H Rachman SH MH, dan dihadiri oleh 500 peserta berasal dari kalangan penjual langsung, mahasiswa dan masyarakat umum (red)
Komentar