JAKARTA(acehsumatra.co.id) Batik teIah menjadi icon Indonesia, batik merupakan budaya bangsa Indonesia yang sudah diakui UNESCO pada tanggal 30 September 2009 sebagai salah satu warisan budaya tak benda bangsa Indonesia. Penggunaan batik berbahan serat dan pewarna alami, merupakan bukti perpaduan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang akan berdampak pada pelestarian keanekaragaman hayati dan pendapatan ekonomi masyarakat.
Demikian dikatakan Ketua Pelaksana Gelar Batik Nusantara 2017, Etna Giatna Sasmita, pada seremony opening, di JCC Jakarta, Rabu (7/6)
Gelar Batik Nusantara 2017 mengusung tema  ‘Pesona Batik Warna Alam’ Diselenggarakan pada tanggal 7 – 11 Juni 2017 bertempat di Assembly Hall, Cendrawasih dan Main Lobby Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta.
“Pesona Batik Wama Alam dijadikan tema, karena sejarah dalam perjalanan perkembangan Batik Indonesia, dimana pewarnaan batik awal mulanya dari keanekaragaman hayati kulit kayu, daun, buah, bunga berbagai tanaman yang ada di Iingkungan sekitar. Selain itu alasan pemilihan tema warna alam yang cukup panting adalah, agar Batik Indonesia dapat bersaing di Pasar Global (Global Market) dengan mempertahankan sustainable fashion,”ujar Etna
Menurutnya, berbagai upaya untuk mempromosikan, mengembangkan batik dan kerajinannya dalam negeri, semakin meningkat dan beragam. Salah satunya adalah penyelenggaraan Gelar Batik Nusantara (GBN) yang dilaksanakan sejak 1996 oleh Yayasan Batik Indonesia. Setelah sukses menyelenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya, 2017 Gelar Batik Nusantara kembali akan ditampilkan untuk ke-10 kalinya.
“Dahulu masyarakat yang membuat batik belum mengenal pewarna batik kimia (indigosol dan napthol), untuk mendapatkan warna-warna yang mereka inginkan mereka harus mencari akal dengan memanfaatkan yang ada disekitarnya. Banyaknya lahan dan tumbuh-tumbuhan pun pada masa lalu dimanfaatkan sebagai pewarna alam. Sebut saja kulit pohon Mahoni, Duwet, Tingi, Jambal, Tegeran, Daun Indigo, Daun Mangga, Secang, dan lainnya,”terang Etna
Namun, seiring waktu tehnik pewarnaan alami telah tergeserkan dengan pewarnaan kimiawi. Melalui Gelar Batik Nusantara 2017, kita bersama ingin menggali kearifan Ieluhur, dan berperan dalam pelestarian dan pengembangan batik Indonesia. (Red)
Komentar