JAKARTA (acehsumatra.co.id) Haul Bung Karno ke-47 yang berlangsung di gedung Nusantara IV, DPR RI, sekaligus peluncuran buku “Bung Karno, Islam dan Pancasila” Rabu (21/6)
Buku karya Dr Ahmad Basarah, Ketua Fraksi PDIP MPR RI ini merupakan pledoi untuk Bung Karno dan Pemikiran-Pemikirannya
“Buku Bung Karno, Islam dan Pancasila disajikan dalam bentuk ilmiah pipuler yang materi subtansinya sebagian besar diambil dari disertasi doktoral saya pada Fakultas Hukum Undip, Semarang”ujar Ahmad Basarah dalam sambutannya pada Haul Bung Karno itu.
Menurut Dia, buku ini mengambarkan secara umum subtansi materi uraian tentang dimensi keislaman Bung Karno yang selama ini banyak tidak diketahui dengan baik oleh masyarakat Indonesia.
Tiga tokoh besar Indonesia turut memberi sambutan sekaligus memperkuat penyayian materi dalam buku ini.
 “Buku Bung Karno, Islam, dan Pancasila yang ditulis oleh Dr. Ahmad Basarah ini hadir pada momentum yang tepat, yang menggambarkan keseluruhan ‘kontemplasi’ Bung Karno sebagai sosok pemimpin yang terus menyintesiskan Islam dan kebangsaan dalam seluruh pernikiran Bung Karno, hingga lahirlah Pancasila yang digalinya dari buminya Indonesia,” Dr.(HC) Hj Megawati Soekarnoputri (Presiden Republik Indonesia K-5)
“Begitu mendengar maksud baik Dr. Ahmad Basarah untuk menerbitkan buku yang substansinya sebagian besar diambil dari karya disertasinya. saya sebagai promotor langsung mendukung agar segera direalisasikan. Disertasi ini merupakan karya ilmiah yang memiliki bobot tingi dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Disertasi ini juga merupakan justiflkasi akademis yang pertama tentang penetapan 1 Juni 1945 sebagai hari Iahir Pancasila pasca ditetapkannya Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 pada tanggal 1Juni 2016.” Prof Dr Arief Hidayat, SH, MS
(Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia 2015-sekarang)
“Saya mengapresiasi Ahmad Basarah ketika membela Bung Karno dari tudingan bahwa Bung Karno adalah pelindung komunis dan anti agama. dengan mengatakan bahwa ‘Bung Karno itu sejatinya adalah santri.‘ santri yang progresif ingin memajukan Islam. Saya mengapresiasi Basarah atas pernyataannya itu, karena selama ini hampir tidak ada yang berani mengatakan, apalagi di forum ilmiah, bahwa Bung Karno itu santri. Padahal, jika dilacak dari sejarah perjuangannya, jelas Bung Karno itu mempunyai jejak perjuangan Islam yang tidak main-main.” Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, SH, SU (Ketua Mahkamah Konstiusi RI 2008-2013) (red)
Komentar