JAKARTA (acehsumatra) Forum Pengacara Kesatuan Tanah Air (FAKTA), memberikan bantuan hukum terhadap saudara Boni Hargens yang dituduh oleh sekelompok orang telah menggunakan narkoba saat live di salah satu media adalah sebuah perbuatan keji dan tidak berdasar serta melakukan fitnah yang merusak nama baik yang bersangkutan bahkan Keluarga Besar Saudara Boni Hargens juga ikut merasakan rasa malu atas peristiwa ini.
Hal itu disampaikan Presiden PP Fakta, Surpani, SH.MH, saat mengelar keterangan pers, di Jakarta, Rabu, (12/7)
Dalam menyampaikan keterangan persnya Surpani juga didampingi Boni Hargens dan tim fakta lainnya mengatakan dikarenakan adanya fitnah itu sehingga kami dari Forum Pengacara Kesatuan Tanah Air melakukan pembelaan dan pendampingan hukum dengan melaporkan semua pihak yang membuat tulisan di media sosial baik di Youtube, tweeter dan facebook telah melanggar Pasal 310 KUHP jo. UU ITE Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 28 ayat 2 jo. Pasal 55 KUHP, dimana kalimat-kalimat yang dilakukan oleh sekelompok orang telah menyimpulkan dan menuduh yang bersangkutan dengan kalimat “sakaw dan telah menggunakan narkoba,”ungkapnya
Sementara BNN sebagai lembaga resmi Negara yang berhak memvonis seseorang terlibat penyalahgunaan narkoba melalui serangkaian tes dan pengujian laboratorium belum melakukan Iangkah apapun sehingga tidak boleh siapapun menyimpulkan bersalah atau tidak karena tentu mempunyai dampak hukum dan FAKTA akan membantu kepolisian untuk mengusut tuntas semua perbuatan jahat tersebut, terlebih Saudara Boni Hargens memiliki bukti kuat bahwa apa yang dialami saat Live di salah satu TV tersebut murni karena sakit yang diderita selama ini dan itupun sudah di klarifikasi ke media dilengkapi bukti medik dari rumah sakit tempat saudara Boni Hargens di rawat hingga saat ini,”fitnah dan hinaan sampai saat ini terus dilakukan dan itu yang mendorong kami untuk menghentikan segala priiaku yang merusak dan menghancurkan karir Boni Hargens, dan siapapun yang terlibat dalam peristiwa memalukan ini harus diadili dan dihukum seberat beratnya untuk memberikan pembeiajaran kepada siapapun agar berhati-hati dalam ucapan dan perilaku apalagi masuk dalam ranah publik yang mempunyai tafsir beragam atas segala kejadian,”katanya. (Red)
Komentar