Jakarta(acehsumatra.co.id) Keterbukaan pemerintah pusat terhadap Aceh saat ini begitu baik, dimana Presiden Jokowi berulang-ulang mengunjungi Aceh, banyak peluang dan keistimewaan kekinian yang kita lihat.Oleh karena itu tidak ada alasan lagi untuk tidak membangun komunikasi baik dengan pemerintah pusat demi kesejahteraan rakyat.”Sampai-sampai teman saya sesama senator merasa cemburu, lho…presiden kok sebentar-bentar ke Aceh, menjamu secara khusus pemimpin Aceh,”ujar Senator asal Aceh, Rafli Kande, di kantornya, gedung DPD RI, Senayan Jakarta, Jumat (22/7)
Hal itu dikatakan Rafli menanggapi viralnya terbang bersama dua punggawa Aceh, Gubernur Irwandi dan Mualem, dimaknai sebagai bentuk penyampaian pesan rekonsiliasi kepada seluruh rakyat Aceh, demi membangun Aceh bersama untuk kejayaan.
“Bicara rekonsilasi sudah dibuktikan oleh Irwandi jauh sebelum Pilkada 2017, dan hal itu sudah seharusnya dilakukan, karena di masyarakat Aceh tidak ada sifat pendendam urieng Aceh metalowareh gaseh mengaseh.(orang Aceh satu keturunan),” sebut Rafli, di kantornya Gedung DPD RI Senayan, Sabtu (22/7/2017)
Menurut Dia, masyarakat Aceh harus memandang hal ini secara positif, tidak usah lagi menafsirkan dengan yang tidak-tidak,”bek le pie abeh baterei bak yang ke’n-ke’n,” ajak senator asal Aceh Selatan ini, yang memaknai terbang bersamanya dua punggawa Aceh itu menunjukan simbol mengajak seluruh masyarakat membangun Aceh dari ketertinggalan menuju kejayaan Aceh kedepan.Tapi, Rafli mengingatkan hal ini harus disikapi oleh keduanya dengan hati-hati bagaimana membangun tim yang benar-benar melakukan pengorbanan, bukan untuk  sibuk mengakomodir kepentingan kelompok tertentu.”Jangan sampai terulang lagi akibat salah mengelola keuangan, dana besar dialokasikan ke Aceh jadi sia-sia, Aceh malah termiskin di Sumatra, makanya orang Aceh jangan lagi banyak bacot, Sumut saja dengan penduduknya 8 juta hanya 13 triliun, sementara Aceh dengan 5 juta penduduknya mendapat 14 triliun,”sentil Rafli
Dengan digelontorkan dana besar itu diharapkan penguasa Aceh yang baru harus mewujudkan impian masyarakat diantaranya tuntaskan soal pemgangguran, rumah anak yatim dibangun, dan sistem pendidikan bording school yang mampu mengantisipasi serangan narkoba, dan informasi buruk dari media berhubung belum sangup kita membendungnya. Hal ini yang harus dipikirkan oleh pemimpin Aceh kedepan agar jangan lagi hanya sibuk dengan yang tidak menguntungkan masyarakat Aceh secara keseluruhan.”Digelontorkan dana besar ke Aceh kita lihat dua tahun kedepan nanti Indikator keberhasilan Irwandi dari pendapat perkapita masyarakat Aceh, kalau pendapatan ini tidak terlihat tidak menjadi capaian maka dana 14 triliun itu akan sia-sia, kepemimpinan Irwandi apakah rakyat akan memberi apresiasi nanti kita lihat,”ujar politikus berdarah seniman ini.
Selain itu dalam mengkritisi pemerintahan baru Aceh, Rafli memgharapkan soal investor lebih baik jangan terlalu berharap, kita masih mampu membangun dengan apa yang ada dengan kekayaan alam Aceh.
Komentar