Jakarta (acehsumatra.co.id) Menteri Kominfo Rudiantara menyatakan bahwa Kewajiban Pelaksanaan Universal/Universal Sen/Ike Obligation (KPU/USO) KPU/USO merupakan kebijakan affirmative Pemerintah untuk menghadirkan layanan tekomunikasi broadband ke seluruh peiosok Indonesia yang bersifat Indonesia Centris, tidak lagi Java Centris.”merupakan program pemerataan pembangunan telekomunikasi dan informatika yang diprioritaskan di daerah terluar/perbatasan, desa tertinggal, desa terpencil, daerah rintisan dan daerah yang tidak layak secara ekonomis serta wilayah yang belum terjangkau akses dan layanan telekomunikasi,”jelas menteri pada acara malam penghargaan dan apresiasi KPU/USO 2017 kepada mitra kerja yang terus mendukung
keberhasilan pembangunan telekomunikasi dan informatika melaiui program KPU/USO, di Auditorium Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta.Malam penghargaan itu juga sebagai bentuk rasa syukur dan apresiasi atas kesuksesan program KPU/USO.
Di samping itu, dengan program affirmative ini diharapkan layanan telekomunikasi di manapun tersedia dengan mengedepankan afordabilitas masyarakat tehadap layanan serta tetap menjaga sustainabilitas industri telekomunikasi agar senantiasa mampu memberikan layanan yang berkuaiitas. Program teledensitas KPU/USO dilakukan dengan penguatan dari sisi supply dan demand side sehingga gelaran pembangunan TIK tidak hanya mencakup penyediaan infrastruktur telekomunikasi, tetapi juga diarahkan untuk pemberdayaan ekosistem TIK. Penyelarasan tersebut agar terjadi peningkatan adopsi dan e-literasi oleh masyarakat untuk memanfaatkan TIK sebagai pendukung utama aktivitas ekonomi dan produktivitas masyarakat, yang tentunya secara strategis untuk memenuhi amanat Nawa Cita yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai informasi, pendanaan KPU/USO merupakan anggaran dari kontribusi penyelenggara jaringan/jasa telekomunikasi yang diperoieh dari pendapatan kotor perusahaan. Sejak tahun 2006, pengeloiaan anggaran KPU/USP dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melaiui Badan Layanan Umum (BLU) yang kini bernama Badan Penyedia dan Pengeioia Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BPPPTI). Kesuksesan. program KPU/USO merupakan sinergi dari masyarakat Indonesia sebagai pelanggan layanan telekomunikasi,
fasilitasi penyedia jaringan/jasa telekomunikasi, dan penetapan koridor pembangunan oleh pemerintah, di mana hasil dari sinergi tersebut kembali dirasakan oleh masyarakat di wiiayah-wilayah prioritas USO.
Daiam kesempatan tersebut, Menteri Kominfo Rudiantara, memberikan penghargaan kepada:
1 Tentara Nasional Indonesia
2 Kementerian Keuangan 3 PT Telkomsei
4 PT Supra Primatama Nusantara 5 PT Semesta Citra Media
6 PT Pasifik Satelit Nusantara
7 PT Yudhawira Katulistiwa
8 PT AJN Solusindo
9 PT Surya Energi Indotama
10 Desa Matutuang, Kecamatan Kepulauan Marore
11 Dinas Kominfo Kabupaten Talaud Provinsi Sulawesi Utara
12 Dinas Kominfo Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur
13 Dinas Kominfo Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat
Penghargaan khusus diberikan kepada Koesmarihati untuk kategori life time achievement atas kontribusinya selama Iebih dari 40 tahun di sektor telekomunikasi di Indonesia. Pada kesempatan itu juga Menteri Komunikasi dan Informatika memberikan penghargaan kepada bank-bank terkemuka yang membantu pengelolaan dana KPU/USO yaitu : 1. Bank BN1 2. Bank Mandiri 3. Bank BRI 4. Bank BTN 5. Bank Bukopin
Komentar