ACEHSUMATRA.CO.ID (Lhokseumawe) Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin SH, minta Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh untuk tidak menyertakan Partai Lokal (Parlok) sebagai peserta Pemilihan Legeslatif 2019 mendatang.Permintaan ini sehubungan dengan tidak dicairkan dana KIP Aceh oleh DPRD untuk melaksanakan tahapan verifikasi Faktual Partai Lokal (Parlok) pada Desember mendatang.
Sebagaimana diketahui hingga saat ini DPRD Aceh masih menandai bintang pada anggaran KIP Aceh.DPRD beralasan pencabutan bintang baru bisa sampai adanya keputusan Mahkamah Agung tentang UU Pemilu yang diperselisihkan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Aceh.
“Bila keadaan ini terus di pertahankan oleh DPRA, maka akan berdampak pada keberlangsungan Parlok Aceh, bahkan akan terancam untuk tidak menjadi partai peserta pesta demokrasi nanti,” Ungkap Safaruddin.
Lebih jauh, bila Partai Lokal di Aceh gagal menjadi partai peserta Pemilu Legislatif di 2019,  maka DPRA harus bertanggung jawab, dan menurut Dia kedala itu ada di DPR Aceh, yang terkesan terlalu mempersulit.
Sebagai bentuk motivasi ajakan membantu KIP Aceh, Safaruddin menyerahkan bantuan Rp 500.000 kepada KIP Lhokseumawe yang diterima Komisioner Armia Nur SE, di kantor KIP Lhokseumawe, Jumat (24/11)
“Saya berharap seluruh lapisan masyarakat di Aceh, agar dapat melakukan penggalangan dana untuk membantu biaya verifikasi faktual partai lokal, karena partai lokal merupakan marwah rakyat Aceh,”ajaknya.(red)
Komentar