ACEHSUMATRA.CO.ID (ACEH UTARA) Sejumlah Warga Transmigrasi Desa Bukit Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, mengaku takut melaporkan ke Polisi pria  berinisial (Sy) yang telah menipu mereka Rp 6.000.000 dengan mengiming-ngiming bisa mengurus rumah bantuan dhuafa.

Korban penipuan, Samono (45), Sutomo (45) dan Noval (33) baru berani mengungkap penipuan yang dilakukan Sy pada 2014 lalu itu setelah Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh, Safaruddin mengunjunggi rumah korban, Jumat (24/11) kemarin

“Pada 2014 lalu, Sy mendatangi isteri saya menawari jasanya untuk mengurus bantuan rumah, dengan catatan harus menyerahkan uang Rp 6.000.000 dan pada saat terima kunci nanti harus menyerahkan Rp 4.000.000 lagi,”ungkap Samono, kemarin, Jumat (24/11) di rumahnya di desa setempat.

Menurut Samono, setelah menerima uang pelaku memberi tanda terima berupa kwitansi yang ditandatangani Sy, dan pelaku ada menulis perjanjian di kwitansi itu.”apabila bantuan rumah yang dijanjikan tidak ada maka uang akan dikembalikan’,”seprrti itu kira-kita bunyinya, kata Samono.Untuk meyakinkan, tak lama kemudian pelaku mengirimkan satu truck pasir ke lokasi yang akan dibangun rumah.

Namun, setelah lama menunggu rumah yang dijanjikan tidak ada, dan istri Samono sering menelpon pelaku menagih janji, tapi tetap saja janji kosong yang dijanjikan pelaku.Karena tak sabar lagi isteri saya menelpon pelaku untuk dikembalikan saja uang kami, itupun sampai saat ini pelaku hanya berjanji, namun tidak dikembalikan.

“Saya dengar banyak yang menjadi korban pelaku namun mereka sama seperti kami tak berani melapor karena pelaku menjalankan modusnya sering mengaku dia adalah pengurus di salah satu Parlok,”tutup Samono didampingi istri dan korban lainnya.Dia berharap kasus ini bisa diselaikan agar tidak jatuh korban lainnya.(red)

Komentar