ACEHSUMATRA.CO.ID (Jakarta) Dalam sidang mediasi Mohammad Bahalwan selaku penggugat dan Bank Mandiri selaku tergugat, Selasa, (29/11) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, bahwa tetap tidak ada hubungan masalah hukum yang telah diadili dan sudah selesai (ingkrah).Pada saat tim kuasa hukum meminta data kuasa untuk mencairkan dana pribadinya, tahu-tahu Bank Mandiri tidak membuka dan tidak bisa mencairkan karena ada blokir dari Kejaksaan.

“Kita saja bingung bahwa penggugat tidak masuk dalam putusan pengadilan no rek itu, selama ini tidak masuk dalam putusan pengadilan.” Ucap Erman Umar, S.H dan Muhammad Zulkarnain , S.H selaku Kuasa Hukum, Mohammad Bahalwan.

“Apakah Kejaksaan punya wewenang di luar pengadilan, kecuali perkara masih berjalan, ini perkaranya sudah ingkrah dan menurut logika Bank Mandiri harus kuat menjaga nasabahnya, yang berarti Bank Mandiri tidak melindungi nasabahnya.”tanya Erman.

Poin yang ke-2 kami kecewa dan meminta blokir dari Kejaksaan supaya kita juga meminta klarifikasi apa dasar hukum pihak kejaksaan telah memblokir. Kami berhak meminta klarifikasi pihak Kejaksaan.

Menurut Muhammad Zulkarnain S.H tidak ada pemberitahuan kapan di blokirnya , apakah jangan- jangan blokirnya dari dulu, pihak Kejaksaan juga kurang tepat, kecuali dia ( Mohammad Bahalwan) mempunyai perkara baru untuk disahkan lagi oleh Pengadilan.
Pernah kita mendatangi ke pihak Bank Mandiri secara baik-baik secara struktural. Mestinya Bank Mandiri kalau memberi tahu kita ini akan cepat selesai.” Pungkasnya”

“Besok kita secara tertulis lihat bagaimana keputusan nya perkara ini bisa kami laporkan ke Ombusdman dan OJK , dana pribadi penggugat yang berkisaran 500 juta”

Sangat di sayangkan Bank sekelas Bank Mandiri sangat kecewa dan sebenarnya masalah Ini tidak berlarut-larut, cukup saja dikasih terlepas dari Bank , M. Bahalwan sebagai Direksi atau Direktur PT Mapna Indonesia, dia sekarang tidak lagi diberi tahu tentang perkembangan perusahaanya itu, padahal Bahalwan mempunyai Saham 50% dan menurut orang Bank dia tidak lagi menjadi pemilik Saham sudah di ganti, “ujar Erman Umar dan Muhammad Zulkarnain.(Son)

Komentar