Keberhasilan menjadi Daerah Swasembada Pangan (DSSP) di Profinsi Aceh, membuktikan Kabupaten Aceh Utara berkomitmen tinggi terhadap sektor pertanian sebagai program proritas.Keberhasilan ini tidak lepas dari polesan tangan dingin Bupati Aceh Utara H.Muhammad Taib, yang akrab dipanggil Cek Mad, bekerja keras sukses membangkitkan segala sektor di bidang pertanian serta keinginan keras Cek Mad mensejahterakan kaum petani

Pada kepemimpinanya saat ini Aceh Utara menjadi Daerah Swasembada Pangan (DSSP) untuk propinsi Aceh.Pro Aktifnya Cek Mat terjun membina kelompok tani yang ada di dua puluh tujuh kecamatan dan di delapan ratus lima puluh dua desa di dalam wilayah Pemerintahan Aceh Utara, merupakan kunci keberhasilan Aceh Utara dibawah kepemimpinan Cek Mad menjadi salah satu lumbung padi di tingkat nasional.

Disamping itu keberhasilan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara ini disebabkan selalu meletakkan pembangunan sektor pertanian sebagai program prioritas dalam setiap penyusunan anggaran daerah.  Untuk itulah pemerintah terus berupaya menggenjot produksi pertanian tanaman pangan, terutama tanaman padi.Sebagaimana sering diutarakan Cek Mad dalam berbagai kesempatan kalau Pemkab Aceh Utara juga ingin meletakkan bidang pertanian sebagai sektor andalan ekonomi daerah, bukan hanya dapat mencapai swasembada pangan dan surplus beras, akan tetapi juga mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Dia juga berusaha untuk terus mengupayakan perbaikan sarana dan prasarana pertanian, mulai dari infrastruktur irigasi, jalan usaha tani, hingga pengadaan Alsintan yang dibutuhkan oleh petani.Program tersebut, diharapkan dengan luas areal sawah di wilayah Aceh Utara yang ada, dapat melampaui surplus beras dan swasembada pangan. Penanaman padi secara serentak juga merupakan salah satu upaya yang dilaksanakan dalam rangka intensifikasi pertanian. Sebab dengan penanaman serentak, akan dapat meminimalisir gangguan hama.

Oleh karena itu pembinaan petani lewat kegiatan penyuluhan dan bantuan modal terus digenjot.Pemkab Aceh Utara telah memprogramkan pembangunan pertanian secara terukur dan realistis.Dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur pendukung pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada pembangunan pertanian terus dipacu. Sebab sangat memungkinkan mengingat penduduk Aceh Utara adalah petani tulen, untuk itu sangat diyakini bahwa kegiatan pembangunan pertanian akan berhasil secara komprehensif

Realisasi luas tanam dan produktivitas padi di Aceh Utara terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2014 realisasi tanam padi mencapai 72 ribu hektar dengan produktivitas sekitar 5,3 ton per hektar. Sedangkan pada tahun  2015, realisasi luas tanam hingga bulan November sudah mencapai 74 ribu hektar, dengan target produksi sekitar 370 ribu ton. Sementara untuk tahun 2016, hasil produksi padi harus mencapai 489.926 ton.

Visi dan misi Bupati Aceh Utara yang mampu diterjemahkan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh Utara, telah melakukan berbagai upaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat petani dari sektor pertanian, dan upaya memperkuat program swasembada pangan, Pemkab Aceh Utara juga menggandeng pihak swasta.  Pemkab Aceh Utara telah memprogramkan pembangunan pertanian secara terukur dan realistis.  Dengan jalan meningkatkan pembangunan infrastruktur pendukung pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada pembangunan pertanian terus dipacu.

Selain itu, faktor utama dalam upaya mendukung tercapainya keberhasilan produksi padi, jagung dan kedelai, prosuksi juga ditentukan adanya kecukupan pupuk untuk mengelola potensi lahan yang luas, sawah atau lahan kering dengan sumber daya yang ada di masyarakat, perlu dilakukan dengan pemenuhan  sarana dan prasarana pendukung untuk berkembangnya potensi di Aceh Utara. (adv)

Komentar