Kapolsek Banda Sakti IPTU Arief Sukmo Wibowo Mengelar barang bukti pencurian logistik milik PDAM Tirta Mon Pase Aceh Utara
Sejumlah barang bukti pencurian logistik PDAM Tirta Mon Pase Aceh Utara di Mapolsek Banda Sakti, Kota Lhokseumawe (Fahrizal Salim)

Aceh Sumatra (Lhokseumawe) R dan S, warga Kota Lhokseumawe, diciduk Polisi, keduanya ditangkap karena diduga telah melakukan pencurian 2252 unit logistik  milik PDAM Tirta Mon Pase Aceh Utara.

Kapolres Lhokseumawe melalui Kapolsek Banda Sakti, IPTU Arief Sukmo Wibowo, kepada wartawan mengatakan R adalah petugas Satpam di PDAM itu, Dia melakukan pencurian di kantor tersebut sudah berlangsung selama tujuh bulan dan baru diketahui kehilangan barang sekitar awal 2018.Kemudian pihak PDAM melaporkan kehilangan logistik tersebut ke Polisi.Lalu Polisi bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil membongkar kasus ini.

“Sampai saat ini kita sudah menahan dua tersangka, R dan S diduga sebagai pelaku pencurian dan penadah.Kita juga berhasil menyita barang bukti milik PDAM berupa 438 buah meteran air merk Onda, 121 buah stop kran merk Onda dan 170 buah handkrand.Tersangka dan barang bukti saat ini berada di Polsek Banda Sakti,”ujar Kapolsek, pada gelar barang bukti di Polsek setempat, Minggu (11/3)

Selanjutnya, Selain barang bukti Milik PDAM, Polisi juga menyita beberapa jenis barang yang diduga dibeli dari hasil kejahatan tersebut.Kedua tersangka menurut Kapolsek diancam dengan hukuman 5 tahun penjara.

“Untuk kasus yang merugikan PDAM sekira Rp 500 juta ini akan kita kembangkan terus, apa ada kemungkinan tersangka baru,”pungkas Kapolsek.(red)A

Komentar