Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono memperlihatkan tersangka dan barang bukti ujaran kebencian terhadap lambang negara. Dok : Humasres Aceh Selatan

Acehsumatra.co.id, TAPAKTUAN – TD (30 tahun) warga Lhok Bengkuang Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan ditangkap Tim Satgas Cyber Patrol Polres Aceh Selatan dan Polda Aceh dengan tuduhan melakukan ujaran kebencian.

TD diringkus petugas karena diduga mengunggah status penghinaan terhadap lambang negara pada 7 April lalu dan ujaran kebencian terhadap salah satu pasangan calon bupati Aceh Selatan di akun media sosial facebook miliknya.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono dalam konferensi pers, Jumat (13/4/2018) mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari patroli yang dilakukan Tim Cyber Polres Aceh Selatan dan Tim Cyber Polda Aceh di medsos.

Saat itu, tim menemukan adanya ujaran kebencian terhadap lambang negara Presiden Jokowi dan salah satu pasangan calon.

Ujaran kebencian itu diunggah akun Facebook Tomy de Visa. “Jokowi gilo…. Kalau mantang jo yang ado mamilih Jokowi tahun muko, yang memiliah jugo gilo,” begitu salah satu unggahan di akun Tomy de Visa.

Sebelumnya, pada 4 April 2018, akun Tomy de Visa juga mengunggah status, “Jangan pilih no 2….Ada PDIP nya…Kita pilih yang lain saja ya. Untuk Aceh Selatan bermartabat.”

Polisi langsung mendalami dan akhirnya menangkap TD.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni satu ponsel, kartu SIM Telkomsel, tangkap layar (screenshot) beberapa unggahan ujaran kebencian di akun Facebook TD.

“Atas perbuatannya, TD dijerat dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dengan ancaman 4 tahun penjara atau denda 740 juta,” kata Dedi.

Kapolres menambahkan, untuk proses lebih lanjut Unit Pidum Sat Reskrim Polres Aceh Selatan akan melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negri Aceh Selatan dan sdr TD untuk sementara waktu dikenakan wajib lapor” kata Dedi.

“Turut kami himbau agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial sehingga diharapkan kedepannya tidak ada lagi penyebar kebencian di medsos,” harap Kapolres.

Komentar