Wakil Wali Kota Lhokseumawe Yusuf Muhammad

Aceh Sumatra (LHOKSEUMAWE) – Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam pekan ini berencana akan menertibkan gang inspeksi (gang kebakaran) di jalan Gudang, Gampong Kota, Kecamatan Banda Sakti.

Penertiban ini menyusul ulah sebagian toke’ (Pemilik Ruko) yang menutup gang di pusat perbelanjaan itu untuk kepentingan pribadi seperti mendirikan bangunan liar dan menjadikan lahan parkir.

Secara aturan, gang ini merupakan akses publik yang tidak bisa dialihfungsikan untuk kepentingan pribadi.

Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad mengaku menyayangkan ulah para oknum pemilik toko. Ia menilai, penutupan gang yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat umum itu menyalahi aturan.

“Ya. Itu tidak boleh ditutup untuk pribadi. Gang itu milik pemerintah dan digunakan bagi kepentingan masyarakat” kata Yusuf Muhammad di ruang kerjanya, Senin (16/4).

Untuk upaya penertiban, Wakil Walikota berjanji akan memanggil terlebih dahulu pihak penertiban.

“Dua minggu yang lalu kita ada rapat tentang penertiban dengan pihak kepolisian. Pasar dan pedagang kaki lima akan kita tata termasuk gang yang di jalan gudang akan kita tertibkan” kata Yusuf.

Sekretaris Satpol PP Kota Lhokseumawe, Trisna Hayati, S.Sos yang dikonfirmasi terpisah menyatakan akan memberi waktu satu minggu kepada pemilik toko untuk membongkar bangunan yang didirikan di gang tersebut.

“Kami sudah datangi lokasi pada Selasa (10/4) pekan lalu dan sudah memberi teguran. Kalau secara aturan, kita beri waktu satu minggu untuk dia beres-beres. Apabila tidak digubris, kami yang akan membongkar” ungkapnya.

Trisna menambahkan, seharusnya Keuchik Kota harus pro aktif dalam upaya penertiban tersebut. “Maunya keuchik menyurati kami, atau ketika menegur pemilik toko, tembuskan surantnya ke kami sebagai dasar kami melakukan penertiban” kata Trisna.

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRK Lhokseumawe, Faisal Rasyidis juga meminta gang di jalan gudang agar ditertibkan dan dikembalikan seperti fungsi semula. Bahkan Faisal menyebut tidak boleh ada pihak atau oknum yang membekengi praktik-praktik yang mementingkan diri sendiri tersebut.

Baca Juga : DPRK Lhokseumawe Minta Satpol PP Tertibkan Gang Inspeksi di Jalan Gudang

“Saya ketua Komisi A yang mengawasi bidang penertiban meminta Satpol PP segera menertibkan laporan masyarakat tersebut. Kami tidak mentolerir beking oleh pihak tertentu. Tindak saja sesuai hukum yang berlaku” kata Faisal.

Penutupan gang di sepanjang jalan Gudang semakin meresahkan warga. Pemilik toko dilaporkan memanfaatkan gang diantara rumah toko miliknya untuk kepentingan pribadi seperti lokasi parkir kendaraan pribadi dan penambahan bangunan diluar aturan yang dibolehkan.

Seperti di jalan Gudang Baru Gang Ronggeng misalnya, pemilik toko Memory Electronic Jaya mendirikan bangunan dibelakang toko miliknya dengan ukuran 2x2x12 meter atau sepanjang 3 pintu ruko miliknya.

Pekerja sedang membangun dapur di Gang Ronggeng, Jalan Gudang Baru, Lhokseumawe. Dok : Dayat

Selain itu, di jalan Gudang dan Gudang III juga dilakukan hal serupa. Pemilik toko menutup gang menggunakan material plat besi dan seng. Dampak dari penutupan gang darurat ini, masyarakat mengaku kerepotan bila beraktifitas di pusat perbelanjaan tersebut.

Komentar