Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Budi Nasuha Waruwu saat gelar konpers kasus perkosaan terhadap anak tiri, (17/4). Foto : Modhon

Aceh Sumatra (LHOKSEUMAWE) – Sebut saja namanya Mawar, remaja putri berusia 14 tahun ini mengalami penderitaan fisik dan psikis akibat ulah ayah tirinya. Anak sekolahan yang sedang mengenyam pendidikan dibangku sekolah menengah pertama itu, dikabarkan mengalami perkosaan. Pelaku tak lain ayah tirinya sendiri.

Pelaku menurutkan nafsu hewani nya berulang kali selama rentang waktu dua tahun. Ulah pelaku semakin menjadi-jadi saja terhadap korban yang tak berkutik karena berada dibawah ancaman mutilasi.

Tak sanggup menanggung derita, akhirnya Mawar pun memberanikan diri membuka cerita kepada sang ibu. Ibunya lantas melaporkan masalah tersebut ke polisi.

“Telah kita tangkap satu orang pelaku atas nama Dar (50) pada Senin malam (16/4) warga Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara atas laporan pemerkosaan dan ancaman mutilasi terhadap anak tirinya sendiri,” kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan yang disampaikan oleh Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu dalam konferensi pers, Selasa (17/4/2018) di Mapolres setempat.

“Kejahatan itu telah berlangsung selama dua tahun yakni sejak tahun 2016 hingga Maret 2018 dan dilakukan dirumah mereka. Tersangka Dar melampiaskan nafsu bejatnya kepada Mawar dibawah ancaman akan memotong tubuh korban dengan parang dan akan meracuni ibu korban bila menceritakan hal tersebut kepada ibunya dan orang lain” ungkap Budi Nasuha.

Menurut Budi, pengungkapan kasus ini tak lepas dari keberanian korban yang tak sanngup menanggung kelauan ayah tirinya terhadap dirinya.

“Ibu korban melaporkan hal tersebut kepada kami setelah anak kandungnya menceritakan semuanya. Setelah melakukan penyelidikan serta mempelajari kasus tersebut, maka tersangkanya langsung ditangkap dirumahnya tadi malam dan diamankan di Mapolres Lhokseumawe”lanjut Budi.

Dari hasil visum diketahui, korban mengalami luka robek dibagian sensitif. Polisi pun mengamankan barang bukti berupa pakain serta celana dalam korban.

“Untuk tersangka akan kita jerat dengan Pasal 34 JO Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Qanun Jinayat,” pungkas Kasat Reskrim.

Komentar