Aceh Sumatra (LHOKSEUMAWE) – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Lhokseumawe menyiapkan surat teguran untuk 23 pemilik toko yang ‘menguasai’ gang inspeksi di jalan Gudang, Gampong Kota Kecamatan Banda Sakti.

Surat teguran yang akan dilayangkan petugas penertiban kota itu menyusul laporan keuchik setempat atas keluhan atas penguasaan gang darurat dimaksud untuk kepentingan pribadi.

“Benar kita telah terima surat dari Keuchik Kota, berikut 23 nama pemilik toko yang menutup gang disamping tokonya atau menambah bangunan diluar ketentuan untuk kepentingan pribadi. Kita akan kirimkan surat teguran kepada nama-nama itu,” kata Satpol PP Kota Lhokseumawe, Dr M. Irsyadi S.Sos, MSP, di ruang kerjanya, Selasa (17/4).

Ke-23 pemilik toko yang disurati itu tersebar di sepanjang jalan Gudang Lama, Gudang Baru, Pasar Sayur dan jalan Suka Ramai.

Sebelumnya, beberapa pemilik toko menutup gang diantara deretan pertokoan pusat perbelanjaan kota Lhokseumawe. Penutupan gang ini dinilai menyalahi aturan karena tidak sesuai dengan peruntukannya sebagai zona akses masyarakat umum.

Baca Juga : Sejumlah Toke di Lhokseumawe Membandel, Wakil Walikota : Penutup Gang Inspeksi di Jalan Gudang Akan di Eksekusi

“Pekan lalu kami telah turun dan melihat langsung. Ini kita sedang siapkan surat teguran pertama” ungkap Irsyadi.

Apabila pemilik toko yang menguasai gang dimaksud tak juga mengindahkan, kata Kasat Pol PP, maka surat teguran kedua akan dilayangkan.

“Kita berikan waktu satu minggu dari penerbitan surat pertama. Kita minta mereka menyetop bila ada yang sedang mendirikan bangunan dilokasi gang itu. Bangunan yang terlanjur didirikan agar ditertibkan sendiri oleh pemilik.

Akan tetapi, bila surat kedua tak juga ditindaklanjuti oleh pemilik toko atau tidak membongkar sendiri bangunan yang telah didirikan, maka pihaknya, ucap Irsyadi, akan mengirimkan surat kepada Walikota.

“Bila tak diindahkan juga, kami akan mengirim surat pada pimpinan yakni Walikota Lhokseumawe. Nanti akan ada telaah staf dan diputuskan. Apakah keputusannya dibongkar, kami akan kerjakan perintah atasan” urainya.

Irsyadi menegaskan pihaknya tak akan takut akan intimidasi oleh pihak-pihak tertentu dalam upaya penertiban ini. Sepanjang ada perintah dan dasar pelaksanaan penertiban, ia memastikan hal itu akan terlaksana.

“Apa yang dibeking-beking? Nggak ada itu. Kami akan tindak tegas. Begitu ada perintah bongkar, akan kami laksanakan” tegas Irsyadi.

Komentar