Wali Kota Langsa, Usman Abdullah atau Toke Suum. Dok : Ist

Aceh Sumatra (LANGSA) – Publik dihebohkan dengan beredarnya potongan video Wali Kota Langsa, Usman Abdullah atau yang juga populer dengan panggilan Toke Suum sedang menghardik perawat sebuah rumah sakit di salah satu kota di Propinsi Aceh tersebut.

Dalam potongan video berdurasi 1 menit 52 detik tersebut, terlihat Wali Kota sedang memarahi dua perempuan yang mengenakan pakaian serba putih khas atribut rumah sakit.

Dilihat acehsumatra.co.id dari halaman facebook suaraperawat, Kamis (19/4) pukul 13:00 WIB, potongan video pendek yang tidak menyebutkan waktu perekaman kejadian itu setidaknya mendapat tanggapan dan telah 25 ribu kali ditayangkan, 800 kali bagikan dengan 600 lebih komentar.

Postingan itu diunggah halaman suaraperawat pada 18 April pukul 22:15 dengan menyebut tingkah Wali Kota Langsa meniru gaya mantan Gubernur Jambi, Zumi Zola.

Screenshot postingan pada halaman facebook suaraperawat

Dalam video, terlihat Toke Suum sedang memintai keterangan dari petugas rumah sakit. Diduga, persoalan itu berawal dari laporan salah seorang pasien di rumah sakit tersebut kepada Wali Kota Langsa yang merasa tidak puas dengan pelayanan rumah sakit.

“……Binatang.. Kurang ajar kalian. Jangan buat saya emosi” cecar kader Partai Aceh kepada dua perempuan petugas rumah sakit.

“Pemerintah itu pelayan rakyat, harus dilayani” hardik Toke Suum yang kelihatan marah.

Petugas Rumah Sakit Berikan Klarifikasi

Dari halaman media sosial yang sama, pihak rumah sakit memberikan klarifikasi atas pulangnya pasien yang disebut kurang puas dengan pelayanan rumah sakit.

Berikut keterangannya :

Ini klarifikasi dari dokter penanggun jawab pasien

Assalamualaikum wr wb
Saya dr yuri selaku DPJP..
Mohon maaf izinkan saya menyampaikan ini,
Pasien masuk dan telah dirawat slama 1malam dengan saya DPJPnya,
Stelah saya assessment pasien tidak ada kegawatdaruratan untuk dirawat di bag jantung dan saya memulangkan pasien
Ekg, xray, lab pemeriksaan fisik dalam batas normal
Pada saat saya pulangkan sudah informed consent ke pasien dan keluarga,
Dan pada saat itu tidak ada sedikitpun komplain dari pihak mereka..
Saya diamanahkan guru2 saya untuk tetap bertindak sesuai prosedur

Saya minta maaf jika kejadian ini banyak merugikan pihak khususnya kakak2 perawat rpda yang sudah sangat baik bekerjasama selama ini..
Smoga ini jd pembelajaran utk saya pribadi dan smuanya
Jika ada pihak darimanapun yang ingin konfirmasi inshaallah saya siap
Terimakasih banyak 
🙏🏻
(klarifikasi dokter yang merawat)

Azmi B_Super

Komentar