Kader PNA Abdya terlibat kericuhan pada Konferensi ke-I partai besutan Irwandi Yusuf itu di Blang Pidie (19/4). Dok : Ist

Aceh Sumatra (BLANG PIDIE) – Konferensi Ke – I Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nanggroe Aceh (PNA) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang digelar di Arena Motel, Blangpidie, Kamis (19/4) berlangsung ricuh. Akibat dari insiden itu, puluhan kursi di lokasi acara berhamburan serta mengakibatkan rapat partai besutan Irwandi Yusuf terhenti sejenak.

Informasi yang berhasil dihimpun dari sumber terpercaya menyebutkan, keributan yang terjadi di acara konferensi tersebut diakibatkan ulah puluhan orang yang mengaku sebagai pengurus lama dari DPW-PNA Abdya dan Satgas PNA datang ke lokasi, langsung mengobrak-abrik serta menendang puluhan kursi.

Selain menendang kursi, mereka juga menanyakan keberadaan Sekjen DPP-PNA Aceh, Miswar Fuady.

“Pat Miswar, Pat Miswar, Pat Miswar, Teubit kamu Miswar” teriak salah seorang tamu yang tak di undang tersebut.

Kader dan Satgas PNA Abdya terlibat kericuhan di Arena Motel, Blang Pidie (19/4). Dok : Ist

Menanggapi kejadian itu, Ketua Satgas PNA Abdya, Mustiari alias Mus Seudong mengatakan dirinya tak di undang pada acara konferensi ini.

“Saya tidak pernah dipecat, selembar surat-pun tidak kami terima” katanya, disela-sela kericuhan di konferensi DPW PNA.

“Pengurus kecamatan lama keinginan di-Muswilkan. Siapa yang terpilih terserah, DPP harus memanggil dua kubu ini untuk dilakukan Musyawah Wilayah. Pengurus awal belum dipecat” akunya Mus Seudong.

Selanjutnya, sambung Mustiari, bahkan Teuku Indra, anggota DPRK setempat tidak terdaftar di dalam struktur pengurus. “Ini kepentingan elit. Saat Irwandi menang semua gabung kesana, bahkan kalau ini tidak dihargai maka kejadian serupa akan terjadi. Supaya DPP Aceh dan DPW Abdya tahu” kata Mus Seudong.

“Termasuk pengambilan uang pembinaan partai harus ditanda tangani ketua lama yakni Lukman dan Indra” ujarnya. (Mus)

Komentar