Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Budi Nasuha Waruwu dalam sebuah konferensi pers di Mapolres setempat

Aceh Sumatra (LHOKSEUMAWE) – Tim Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Lhokseumawe sedang melengkapi berkas perkara kasus dugaan korupsi pengadaan ternak yang melibatkan Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian (DKPP) Kota Lhokseumawe berinisial RZ.

Polisi menargetkan akhir April 2018, berkas kasus perkara yang merugikan keuangan negara mencapai Rp8,1 Milyar dari total anggaran yang diplotkan Rp14,5 Milyar, akan diserahkan ke Kejaksaan.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu, Senin (23/4) menjelaskan, pihaknya terus melengkapi berkas kasus dugaan korupsi Kepala DKPP Kota Lhokseumawe.

Sebelumnya, dua kali berkas tersebut dikembalikan karena dinilai belum lengkap. “Target kita akhir April ini berkas tersebut selesai dan dapat kita serahkan ke Kejaksaan” kata Budi.

Sebelumnya, penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lhokseumawe telah menetapkan Kepala DKPP, RZ sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan ternak tahun 2014 pada Selasa (3/4).

Selain penetapan Kadis Rz sebagai tersangka, polisi lebih dulu menetapkan dua lainnya, yakni, DH yang merupakan Penjabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan IM sebagai Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) pada DKPP Lhokseumawe.

Pantauan media ini, menjelang siang pada Senin (23/4) tersangka Rz, DH dan IM keluar dari ruang Tipikor mengenakan seragam Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurut Budi, mereka memenuhi wajib lapor sejak ditetapkan sebagai tersangka.

Meskipun polisi baru menetapkan tiga tersangka, namun penyidik tetap memproses bila menemukan bukti keterlibatan pihak lain. “Kalau ada bukti pihak lain juga terlibat, akan kita proses” demikian Budi Nasuha.

Komentar