Ketua harian JAMAN Aceh, Fakrurazi Dok : Ist

Aceh Sumatra (BANDA ACEH) – Ketua harian Jaringan Kemandirian (JAMAN) Aceh, Fakrurrazi, meminta Menteri BUMN, Rini Soemarno memberhentikan seluruh Direksi Semen Indonesia pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Semen Indonesia (persero) Tbk. Permintaan ini dilontarkan JAMAN Aceh menyusul keputusan PT Semen Indonesia menghentikan pembangunan pabrik Semen di Aceh sejak beberapa waktu lalu.

RUPS perusahaan negara itu sendiri rencananya akan digelar pada Senin (30/4) di Main Hall Bursa Efek Indonesia.

JAMAN Aceh menilai, Direksi Semen Indonesia saat ini telah gagal dalam melaksanakan tugasnya sebagai operator perusahaan plat merah tersebut. Pergantian Direksi yang baru di lantik tahun lalu, dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penghentian proyek pembangunan Pabrik Semen Indonesia di Aceh yang sedang berjalan.

“Langkah direksi Semen Indonesia ini tidak sejalan dengan nawa cita Presiden Jokowi yang membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik” kata Razi dalam siaran pers yang diterima redaksi acehsumatra.co.id, Senin (23/4).

Menurut Razi, keberadaan pabrik semen di Kabupaten Pidie akan sangat memberikan dampak positif bagi Aceh. Banyak tenaga kerja yang terserap sehingga mengurangi angka pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat lingkar pabrik dan dalam jangka panjang adalah menjadikan Aceh mandiri dalam kebutuhan semen yang sering terjadi kelangkaan di Aceh.

“Pabrik semen di Aceh sudah menjadi impian dan harapan masyarakat dan Aceh, karena banyak sektor akan membaik dengan adanya pabrik semen” ujarnya.

Lebih lanjut Razi mengatakan, dengan kapasitas produksi pabrik 3,2 juta ton/tahun tentu bukan hanya Aceh yang terpenuhi kebutuhan semen, tapi juga dapat memasok ke daerah lain. Hal ini tentu akan membawa dampak yang baik bagi provinsi Aceh karena dapat menyumbang PAD yang besar, dan juga perputaran dana Corporate Social Responsibility (CSR) juga akan ikut memberdayakan ekonomi masyarakat di Aceh, khusunya yang ada di lingkar pabrik.

Razi juga menilai, kebijakan Direksi Semen Indonesia menghentikan pembangunan pabrik semen di Aceh tidak masuk akal dan tidak sejalan dengan semangat nawa cita Presiden Jokowi.

“Kami akan segera menyurati Menteri BUMN dan Presiden agar mempertanyakan alasan penghentian pembanguna pabrik semen ini di Aceh dalam RUPS Tahunan pada 30/4 nanti. Apalagi laporan keuangan PT Semen Indonesia Aceh (SIA) sebagai anak perusahaan patungan dari Semen Indonesia sampai sekarang belum disahkan dalam RUPS PT SIA” ungkap Fakrurazi. (rls)

Komentar