Petugas berusaha memadamkan api akibat ledakan sumur minyak di Desa Pasir Putih, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Rabu dinihari (25/4)

Aceh Sumatra (IDI) – Korban tragedi terbakarnya sumur minyak di desa Pasir Putih, Aceh Timur pada Rabu (25/4) dinihari, terus bertambah. Hingga Jumat (27/4) setidaknya 20 penambang minyak tradisional dan warga sekitar dilaporkan telah meninggal dunia, selain puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Camat Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Saiful menyebutkan, jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan sumur minyak tradisional di Dusun Bhaktisebanyak 20 orang. Pernyataan camat ini sekaligus mengklarifikasi data yang sebelumnya menyebut korban tewas sebanyak 21 orang.

“Kemarin (Kamis-red) tertulis di data yang meninggal 21 orang. Tapi yang benar 20 orang, karena ada double nama yaitu Ayi dan Al-Husairi. Ayi dan Al-Husairi ini satu orang,” kata Saiful seperti dikutip acehsumatra.co.id dari laman Serambinews.com.

Ke-20 korban meninggal ledakan sumur minyak tersebut adalah:

1. Wahyuni
2. Mak Wen
3. Dedi Syahputra
4. Muhammad Rafi
5. Ridansyah
6. Sudaryono
7. Siti Rahaya
8. Siti Habsah
9. Munazar
10. M Fairuz
11. Rizki Ardiansyah
12. Afrizal
13. Irnawan
14. Mukhlis
15. Zainal Abidin
16. Ishaq AB
17. M Faisal Rizal
18. Al Husairi (Ayi)
19. Riskal
20. Riki Muliansyah

Sedangkan jumlah korban luka bakar yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit, kata Saiful, berjumlah 40 orang.

Selain korban jiwa, ledakan sumur minyak pertambangan rakyat itu juga menghanguskan sejumlah rumah. Rumah yang terbakar habis yaitu milik Zainabah, Ridwan Hutabarat, dan Siti Habsah. Sementara rumah yang terbakar ringan milik, Bukhari dan Muhammad Yani.

Saiful mengatakan, kondisi di lokasi saat ini kondusif. Namun demikian tim gabungan dari TNI/Polri, petugas pemadam, PT Pertamina EP, dan unsur pemerintah masih tetap siaga di lapangan karena dari lokasi sumur masih menyembur gas, minyak, dan air.

Komentar