Rumah bantuan dari KKP untuk nelayan di Kecamtan Dewantara, Aceh Utara Dok : Ist

Aceh Sumatra (LHOKSUKON) –Nelayan di Kecamatan Dewantara meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera menyerahkan terimakan rumah bantuan untuk mereka yang telah selesai dibangun. Para nelayan yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan berharap rumah bantuan dari Kementerian Kelautandan dan Perikanan itu dapat ditempati sebelum bulan puasa (Ramadhan) tiba.

Pemerintah pusat melalui APBN memplotkan dana sebesar Rp3 Milyar lebih untuk membangun 50 unit rumah bagi nelayan. Rumah tipe 36 dilengkapi dengan fasilitas mobiler rumah tangga, telah selesai dikerjakan sejak beberapa bulan lalu.

Namun hingga kini, rumah yang berada di Gampong Glumpang Sulu Timu, Kecamatan Dewantara tersebut belum diperbolehkan untuk ditempati.

“Saya berharap dapat menempati rumah itu sebelum bulan puasa ini” kata Nurdin, kakek berusia 64 tahun warga Glumpang Sulu Barat kepada acehsumatra.co.id di lokasi, Kamis (26/4).Demi menyiratkan keinginan besar untuk segera menempati rumah itu, Nurdin mengaku saban hari dating kelokasi rumah bantuan itu.

“Kalau sudah sore hari, ramai penerima rumah bantuan datang untuk melihat-lihat rumah ini” lanjut Nurdin.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Abdullah dan Abdul Halim warga Glumpang Sulu Timu. “Kalau tidak dibagi juga hingga menjelang bulan puasa, kami akan langsung bawa barang dan tempati rumah tersebut. Masalah belakangan kita pikir,” ancam Nurdin yang turut diamini oleh Abdullah dan Halim.

Keuchik Glumpang Sulu Timu, Adnan juga belum mengetahui kenapa rumah tersebut belum diserahkan. Ia menyebut belum ada instruksi dari pemerintah untuk menempati rumah tersebut.

“Saya dengar rumah tersebut sudah diserahterimakan antara kontraktor dan pemerintah pusat (PHO). Namun belum ada seruan untuk segera menempati rumah, padahal masa pemeliharaan proyek saya dengar akan berakhir pertengahan bulan depan” tutur Adnan.

Ia mengaku tak kuasa membendung keinginan calon penerima rumah bantuan yang selalu menanyakan jadwal penyerahan rumah kepada dirinya. Di sisi lain, kata Keuchik Adnan, ia khawatir mobile rumah tangga seperti tempat tidur, kasur, meja dan kursi yang telah dipasok rekanan hilang dicuri.

“Saya sudah menghadap Bupati Aceh Utara menanyakan perihal rumah ini, kabarnya bupati sudah meminta pihak terkait menangani persoalan rumah. Dalam minggu ini kami akan undi nomor rumah. Nomor rumah tersebut akan dibubuhkan pada surat perjanjian yang berisi tentang larangan penjualbelian dan pemindahtanganan rumah bantuan tersebut” terang Keuchik Adnan.

Sementara itu, Camat Dewantara Fadly S.TP, M.PA menyebut pihaknya akan melengkapi dokumen penyerahan rumah. “Kita akan undi nomor urut rumah, lalu akan ada surat penempatan sementara sebelum diserah terimakan” kata Fadly.

Ketika dikonfirmasi terkait lambatnya proses penyerahan rumah tersebut, meski menjabat hanya baru beberapa bulan saja, namun Fadly mengaku mengetahui dari awal program bantuan pemerintah pusat itu.

“Ada sedikit kendala non-teknis yang belum diselesaikan. Saya baru menjabat di Dewantara ini, namun saat masa pengusulan program ini saya menjabat sebagai Sekcam di Dewantara sebelum dilantik menjadi Camat Banda Baro dan kembali ke Dewantara. Saya mengerti persoalannya dan harap bersabar sebentar lagi. Kami akan selesaikan persoalan non teknis itu secepatnya sesuai arahan bupati” demikian Fadly.

Komentar