Ketua KNPI Aceh Wahyu Saputra (kiri) melantik pengurus DPD KNPI Aceh Utara dibawah pimpinan Agus Hidayat Thaib (berpeci) di aula Lido Graha, Sabtu (28/4) foto:AS

Aceh Sumatra (LHOKSUKON) – Pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Aceh Utara dibawah kepemimpinan Agus Hidayat Thaib resmi menjalankan roda organisasi setelah dilantik oleh Ketua DPD KNPI Aceh, Wahyu Saputra di aula Lido Graha Hotel, Lhokseumawe, Sabtu (28/4).

KNPI Aceh Utara diminta mandiri dengan cara mengembangkan ekonomi kreatif bagi pemuda untuk mengurangi angka pengangguran di kabupaten setempat.

Prosesi pelantikan ditandai dengan seremonial penyerahan pataka bendera KNPI dari ketua KNPI Aceh kepada ketua KNPI Aceh Utara yang turut disaksikan Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf dan Ketua KNPI Aceh Utara demisioner H. Anwar Puteh. Sejumlah tamu seperti Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan terlihat juga menyaksikan prosesi sakral itu bersama jajaran Korem 011/LW dan Kodim 0103/AU, DPRK dan sejumlah pimpinan SKPK dan tamu perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan.

Hidayat Thaib di awal kata sambutannya mengutip penggalan kata-kata Proklamator Bung Karno yang sangat populer di kalangan pemuda.

“Bung Karno pernah meminta hanya 10 pemuda untuk mengguncangkan dunia. Tapi hari ini saya memiliki tak kurang dari 270 pemuda terbaik dari berbagai latar belakang organisasi untuk merubah wajah Aceh Utara yang kita cintai ini ke arah lebih baik” ucap Hidayat Thaib.

Sejumlah PR harus dilaksanakan se-efektif mungkin dalam tiga tahun masa jabatan. Kondisi daerah yang mengalami defisit anggaran juga disinggung oleh adik bupati Aceh Utara Muhammad Thaib. Ia berharap sokongan dan dukungan dari peran pihak swasta dalam bentuk dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (Corporate Sosial Responsibility).

“Oleh karena itu peran serta BUMN, BUMD dan perusahaan swasta melalui dana CSR yang dimiliki sangat menentukan dalam rangka menunjang kinerja KNPI Aceh Utara dalam merealisasikan semua program kerja yang akan dibahas dalam Rakerda, malam ini” tutur Hidayat Thaib.

Sementara itu, Wahyu Saputra dalam arahannya meminta kemandirian dalam menjalankan roda organisasi. Sejumlah tugas disampaikan, mulai dari syariat Islam, Narkoba dan peningkatan ekonomi.

“Saya tugaskan kepada Hidayat Thaib dan pengurus untuk menginventarisir potensi ekonomi kerakyatan yang potensial untuk dikembangkan di wilayah Aceh Utara” tutur pengusaha muda Aceh itu.

Wakil Bupati Fauzi Yusuf mengamini keterbatasan keuangan daerah akibat defisit anggaran. Defisit anggaran dan angka kemiskinan yang cenderung tinggi di daerah ini, membebani ruang gerak pemerintah setempat dalam mengentaskan kemiskinan.

“Angka kemiskinan di Aceh Utara mencapai 17% lebih dari jumlah penduduk” ujar Wakil Bupati.

Ia mengharapkan energi perubahan pada diri kaum muda yang selalu lebih besar dari elemen apapun, untuk mendukung program pemerintah melalui pendampingan masyarakat, selain fungsi sebagai institusi peningkatan sumber daya manusia.

“Saat ini Pemkab Aceh Utara sedang menggerakkan berbagai program peningkatan ekonomi dan syariat Islam. Kami mengharapkan kontribusi adik-adik di KNPI untuk mengambil peran dalam pemberdayaan masyarakat, utamanya bagi generasi muda” ajak Fauzi Yusuf.

Komentar