Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya mengucapkan selamat kepada Fikri dan Rahma yang terpilih sebagai Duta Anti Narkoba pada malam penobatan di Lido Graha Hotel, Minggu (29/4). Foto:AS

Aceh Sumatra (LHOKSEUMAWE) – Muhammad Fikri Haikal dan Rahma Khairani Ramsi terpilih sebagai Duta Anti Narkoba Kota Lhokseumawe tahun 2018 dalam acara puncak penobatan juara di hotel Lido Graha, Minggu malam (29/4). Fikri dan Rahma saat ini sama-sama tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh semester 2.

Duta anti Narkoba edisi tahun ini diikuti oleh 130 peserta. Pada malam puncak hanya tersisa 10 finalis pria dan 10 wanita.

Panitia kegiatan Muhammad Ali atau Ali Quba mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan Komite Nasional Pemuda Indonesia yang didukung oleh Pemko Lhokseumawe dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lhokseumawe.

“Malam ini akan dinobatkan duta anti narkoba yang akan mengkampanyekan bahaya penyalahgunaan Narkoba” tutur ketua KNPI Lhokseumawe itu dalam kata sambutannya.

Finalis pria dan wanita selanjutnya dipilih masuk ke tahap 5 besar. Kemudian disaring lagi dengan pertanyaan seputar wawasan finalis tentang dampak penyalahgunaan Narkoba dari tinjauan hukum, kesehatan dan sosial oleh dewan juri.

Hasilnya, dewan juri menetapkan Fikri dan Rahma yang merupakan sama-sama mawasiswa kedokteran semester 2, Unimal.

Selain itu juga ditetapkan finalis terfavorit versi Instagram yakni Riski Syahputra dan Milenia Rizka Az-Zahra. Sementara untuk kategori inteligensia diraih Heru dan Nur Azizah.

Fikri dan Rahma mengaku siap melanjutkan tugas Duta Anti Narkoba edisi tahun lalu untuk mensosialisasikan dampak buruk penyalahgunaan narkoba dikalangan masyarakat.

“Saya siap menyampaikan pesan-pesan bahaya narkoba kepada masyarakat baik di sekolah-sekolah hingga ke gampong” kata Fikri usai dinobatkan.

Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya bersama istri Cut Ernita diapit oleh Juara 1, runner-up 1 dan 2, Duta Anti Narkoba Kota Lhokseumawe tahun 2018 di Lido Graha Hotel, Minggu (29/4). Foto : AS

Sementara itu, Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya berharap dengan terpilihnya duta anti narkoba maka dapat membantu tugas pemerintah, kepolisian dan BNN dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

“Dari ajang ini diharapkan dapat diperoleh generasi muda yang dinamis, kreatif, kompetitif, cerdas serta mampu mempromosikan potensi daerah selain tugas utamanya mengkampanyekan bahaya penyalahgunaan Narkoba bagi masyarakat” harap Suaidi Yahya.

Malam penobatan Agam dan Inong Duta Anti Narkoba berlangsung semarak. Kegiatan yang diikuti para generasi muda juga menampilkan sejumlah pertunjukkan seperti tarian Aceh, teater anti narkoba dan penampilan solo biduanita bintang radio kota Lhokseumawe, Cut Linda.

Terlihat hadir sejumlah pejabat daerah seperti Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Kav Fadjar Wahyu Broto, Kepala BNN Lhokseumawe, AKBP Fakhrurrozi dan sejumlah pejabat di jajaran Pemko Lhokseumawe.

Komentar