Kabag Ops Polres Lhokseumawe Kompol Ahzan didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Zeska Julian Wijaya saat memperlihatkan barang bukti miras (khamar), Senin (30/4). Foto : AS

Aceh Sumatra (LHOKSEUMAWE) – Tim gabungan Satuan Reserse Narkoba Polres Lhokseumawe dibantu Denpom Lhokseumawe menggelar razia dalam rangka penegakan hukum Syariat Islam di kawasan KP3, Gampong Jawa Kecamatan Banda Sakti, Jumat (27/4) malam. Dalam operasi ini, tim menangkap 2 penjual dan menyita puluhan botol minuman keras jenis anggur merah merk Colombus dan Sea Horses.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan saat gelar jumpa pers yang dipimpin Kabag Ops Kompol Ahzan didampingi Kasat Narkoba Iptu Zeska Julian Wijaya pada Senin (30/4) mengatakan, operasi tim gabungan menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Penangkapan ini berdasarkan informasi masyarakat bahwa di sebuah rumah atau tempat di kawasan Jalan Pelabuhan, Lr. Pardede, sering transaksi jual beli minuman keras (khamar)” ujar Ahzan.

Polisi mengamankan 2 perempuan tersangka penjual khamar yakni Dbr (56) dan Ais (58) warga setempat. Dari kedua tersangka, tim gabungan mengamankan 76 botol minuman keras.

Dirincikan, dari tersangka Dbr, Polisi menyita 16 botol miras merk Sea Horses. Hasil pengembangan, tim gabungan menangkap Asi (58) serta menyita 45 botol miras Colombus dan 15 botol miras Sea Horses.

Meskipun minuman keras ini memiliki label bea cukai, namun kata Ahzan, peraturan daerah atau qanun Syariat Islam yang berlaku di Aceh tidak membenarkan minuman keras jenis apapun diperdagangkan.

“Apalagi miras ini rata-rata kandungan alkoholnya 20 persen. Miras ini nanti akan kita musnahkan” tukas Ahzan.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 16 Ayat 1 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum Jinayat. “Mereka diancam hukuman cambuk di muka umum” pungkas Ahzan.

Komentar