Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro menggelar konferensi pers terkait peristiwa terbakarnya sumur minyak tradisional masyarakat di desa Pasir Putih kecamatan Ranto Peureulak. Foto : Tribrata

Aceh Sumatra (IDI) – Polres Aceh Timur menetapkan 5 tersangka peristiwa kebakaran sumur minyak yang disusul ledakan di Dusun Bakti Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak yang terjadi pada Rabu (25/4) dini hari. Keuchik hingga penyandang dana ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro mengatakan, pihaknya sudah memeriksa 30 orang saksi dalam kasus terbakarnya sumur minyak tersebut. Hasil pemeriksaan, lima orang telah ditetapkan tersangka, satu diantaranya dinyatakan telah meninggal dunia.

“Untuk sementara telah kami tetapkan lima orang tersangka, satu orang tersangka telah meninggal dunia. Kami juga sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti,” tutur Wahyu Kuncoro dalam jumpa pers, Minggu (29/4) yang didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Erwin Satrio Wilogo, Dandim 0104 Aceh Timur Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis, di aula Mapolres Aceh Timur.

Adapun kelima tersangka yang ditetapkan merupakan warga desa setempat termasuk satu orang kepala desa, ketua pemuda, pemilik lahan dan juga penyandang dana pada kegiatan pengeboran tersebut. Termasuk salah satunya pekerja yang belakangan diketahui telah meninggal dunia di lokasi saat kejadian kebakaran tersebut.

Kapolres mengungkapkan kelima tersangka yang telah ditetapkan yakni berinisial, B (51) sebagai keuchik (kepala desa) setempat yang berperan memberikan izin kepada penambang dengan memungut biaya Rp 5000 rupiah per drum untuk desa, dengan dikeluarkannya SK Keuchik.

Kemudian F (34), yang merupakan ketua pemuda setempat yang membantu keuchik untuk mendata dan mengumpulkan pembayaran setoran pada penambang, kemudian Z (39), sebagai penyandang dana dalam kegiatan penambangan tersebut, serta J (45), sebagai pemilik lahan yang menawarkan kepada penambang dengan pembayaran hasil sesuai perjanjian yang disepakati, dan A (35), yang diketahui telah meninggal dunia pada saat kejadian.

Sementara, adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni sembilan unit sepeda motor dalam keadaan terbakar, satu unit becak mesin, satu set travo las, satu unit mesin, sembilan unit mesin pompa air, satu unik reg, pipa paralon dan sejumlah alat-alat lainnya yang digunakan untuk pengeboran di lahan tersebut, termasuk 4000 liter minyak yang disedot oleh pihak Pertamina. Minyak tersebut hingga kini masih keluar yang dialiri ketempat penampungan yang telah digali, dengan kadar minyak 15 persen dan air 85 persen.

“Termasuk minyak sebagai barang bukti yang disedot dan kami titipkan di Pertamina. Alasan kami titipkan untuk mengatasi tumpahan ke pemukiman warga agar tidak jauh meluber kemana dari lokasi yang telah dikerok sebagai penampungan,” katanya.

Dalam penyelidikan tersebut, pihak Kepolisian Resort Aceh Timur juga turut dibantu oleh Direktorat Kriminal khusus dan Direktorat Kriminal Umum Polda Aceh serta tim ahli Labfor Medan dalam melakukan penyelidikan untuk mengungkapkan sumber api sehingga terjadinya kebakaran tersebut.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas pengeboran serta menghentikan aktifitas, apalagi banyak warga yang masih berduka. Untuk tahap kedepannya kami menyerahkan kepada pihak pemerintah terkait langkah apa yang akan diambil, namun sejauh ini kami juga akan bicarakan lagi dengan bupati nantinya kami akan duduk kembali,” ujarnya.

Komentar