Seorang warga Gampong Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara memberikan hak suara pada hari pemungutan suara pemilihan geuchik di Meunasah setempat, Kamis (3/5). Foto : AS

Aceh Sumatra (LHOKSUKON) – Polisi mengamankan seorang warga Gampong Tanoh Anoe Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara pada Rabu sore (2/5). Pria dengan inisial HM (39 tahun), ditangkap dirumahnya oleh personil Polsek Muara Batu dengan tuduhan dugaan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam.

Menurut informasi, HM merupakan salah seorang anggota Panitia Pemilihan Geuchik (P2G) Gp. Tanoh Anoe. Diduga, penangkapan ini berkaitan erat dengan penolakan HM terhadap penetapan salah satu calon yang disebut-sebut menggunakan surat keterangan ijasah palsu.

“Benar, kita sudah amankan HM ke Mapolsek dan selanjutnya diboyong ke Mapolres Lhokseumawe. Kita juga mengamankan sebilah parang yang digunakan pelaku untuk mengancam warga” tutur Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kapolsek Muara Batu IPTU Bukhari Gamcut, saat melakukan pengawalan proses pemungutan suara di Gp Tanoh Anoe, Kamis (3/5).

Menurut Kapolsek, pihaknya menerima laporan dari masyarakat tentang perbuatan HM menakut-nakuti warga dengan sebilah parang. Polisi menyelidiki informasi tersebut yang belakangan, kata Kapolsek, informasi tersebut benar adanya.

“Ada laporan bahwa HM menakut-nakuti dan mengancam warga dengan sebilah parang agar tidak datang besok atau hari ini pada saat pemungutan suara. Ada upaya sekelompok pihak tertentu yang ingin memboikot pemilihan geuchik hari ini. Namun berkat kerjasama seluruh pihak, Alhamdulillah situasi kondusif” kata Kapolsek.

Dengan mengamankan HM, sebut Kapolsek, situasi pada satu hari menjelang dan hari pemungutan suara di gampong yang berada persis di pangkalan pendaratan ikan Krueng Mane itu dinyatakan kondusif.

“Memang ada tudingan salah satu calon menggunakan ijasah palsu, namun unsur Muspika telah duduk membahas persoalan itu. Namun jika kurang puas, dan memiliki bukti otentik tentang pemalsuan dokumen, silahkan laporkan ke kami, akan diproses” ungkap Kapolsek.

Amatan Acehsumatra.co.id di lokasi, terlihat sejumlah personil kepolisian bersenjata lengkap mengamankan proses pemungutan suara yang digelar di meunasah setempat. Terlihat juga Camat Muara Batu Andri M.Kesos dan Imum Mukim Krueng Mane.

Keluarga Sesalkan Penangkapan

Penangkapan HM oleh personil kepolisian di kediamannya disesalkan oleh ibu kandung HM, Ramlah Basyah. Ditemui di rumah salah seorang warga, Ramlah mengaku kecewa dengan upaya penangkapan tersebut.

Menurutnya ia amat terkejut pada saat proses penangkapan dilakukan. Hingga anaknya dinaikan ke mobil kepolisian, ia sempat mempertanyakan kepada personil yang menjemput.

“Kenapa ditangkap anak saya? jawab mereka (polisi) karena mau bacok warga. Lalu polisi mencari parang di rumah. Anak saya juga diancam dikeluarkan dari P2G oleh mereka” ujar Ramlah.

Ramlah Basyah saat memberi keterangan penangkapan putranya HM oleh Polsek Muara Batu. (3/5). Dok : AS

Ia mengaku tidak ada panggilan terlebih dahulu terhadap anaknya. “Mereka langsung tangkap, naikan ke mobil. Cucu saya sampe menangis ketakutan” lanjut Ramlah.

Sementara itu, istri Ketua Tuha Peut Tanoh Anoe, Cut Djusniar menyatakan HM merupakan salah satu anggota P2G, sama seperti dirinya.

“Dari 9 panitia, kami 4 orang menolak meneken surat penetapan calon Geuchik an. Amiruddin Ismail. Ada sanggahan dari calon satunya lagi an. Masran yang mempertanyakan keabsahan kelulusan Amiruddin. Kami meminta sanggahan itu dijawab dulu,” kata Cut Djusniar.

Namun, lanjut dia, Ketua P2G, Rusli Idris dan 4 anggota lainnya langsung menetapkan dan melanjutkan tahapan tanpa menyelesaikan persoalan dugaan ijasah palsu sebagaimana dilaporkan. Pertentangan pun semakin meruncing.

“Suami saya selaku Ketua Tuha Peut juga menolak meneken penetapan karena beliau memang tidak setuju. Sekarang suami saya, saya amankan disuatu tempat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan” ujar istri Ketua Tuha Peut, T. Hasanuddin ini.

Sementara Ketua P2G Rusli Idris membantah semua tudingan. Ia menyebut hingga tahapan pemungutan suara, pihaknya selalu berkordinasi dengan Kasie Pemerintahan Kecamatan Muara Batu.

“Semua sudah diselesaikan juga sanggahan telah dijawab” kata Rusli Idris.

Pemilihan Geuchik Tanoh Anoe diikuti oleh dua calon yakni Masran dan Amiruddin Ismail. Hasil penghitungan, suara terbanyak diperoleh Amiruddin Ismail dengan jumlah 289 suara dan Masran 53 suara serta 12 suara dinyatakan rusak. Jumlah DPT Tanoh Anoe sebanyak 560 pemilih dan 354 pemilih menggunakan hak suaranya, sementara 206 pemilih tidak menggunakan hak suara.

Komentar