Mahasiswa se-Labuhanhaji Raya deklarasi untuk pasangan Mirah (Mirwan-Zirhan) Pilkada Aceh Selatan.

Aceh Sumatra (BANDA ACEH) – Puluhan mahasiswa se-Labuhanhaji Raya mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Mirah pada Pilkada Aceh Selatan 2018. Perwakilan mahasiswa dari 3 paguyuban kecamatan, menyatakan dukungan dan siap memenangkan pasangan calon Haji Mirwan dan Zirhan, Juni mendatang.

Deklarasi digelar Sabtu sore (5/5) di warung kopi Aneuk Kupi, Lamnyong, Banda Aceh. Terlihat hadir tokoh perempuan Labuhan Haji yang juga anggota DPRA fraksi Partai Aceh, Siti Naziah dan beberapa tokoh partai politik lokal tersebut.

Puluhan mahasiswa nampak mengenakan kostum warna merah dengan tulisana IMAM (Intelektual Muda Mirwan) Muda Berkarya.

Inisiator IMAM, Ozi Riski kepada awak media mengatakan deklarasi diikuti oleh paguyuban dari kecamatan Labuhanhaji, Labuhanhaji Timur dan Labuhanhaji Barat. Ketiga kecamatan ini dikenal dengan akronim labuhanhaji raya.

Ozi Riski menyebut, bahwa deklarasi resmi aspirasi seluruh mahasiswa labuhan haji raya, karena turut dihadiri oleh tiga ketua paguyuban masing-masing kecamatan. Para ketua itu yakni Mitra Saputra dari Labuhanhaji Timur, Erman dari Labuhanhaji, dan Rijal dari Labuhanhaji Barat. Ketiganya, menurut Ozi, merupakan ketua paguyuban yang sah dan masih memimpin.

“Kalau ada komunitas lain yang mengatasnamakan dari peguyuban mahasiswa Labuhanhaji Raya, maka itu illegal. Kami adalah yang sah, karena didukung tiga paguyuban. Ini dibuktikan dengan hadirnya para ketua dari ketiga organisasi” tegas Ozi.

Mahasiswa Labuhan Haji Raya dan Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh Siti Naziah, saat deklarasi dukungan untuk pasangan Mirah di Aneuk Kupi Lamnyong, Banda Aceh, Sabtu (5/5) dok : Ist

Ia juga menyindir keras para pihak oknum mahasiswa labuhanhaji yang mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon lain. Bahkan ia menyebut tingkah para mahasiswa itu layaknya seperti perampok.

“Mereka mahasiswa labuhanhaji tanpa status di paguyuban. Hanya IMAM yang sah, sedangkan yang lain hanya mengatasnamakan mahasiswa Labuhanhaji tapi mereka tidak jelas jabatannya. Seperti perampok tanpa senjata” pungkasnya.

Komentar