Petugas mengukur tinggi pohon ganja di lokasi penemuan tanaman yang memiliki nama latin Cannabis Sativa, di pegunungan Lamteuba dan Indrapuri, Aceh Besar, Senin (7/5). Foto : BNN Aceh

Aceh Sumatra (JANTHO) – Tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bekerjasama dengan BNN Provinsi Aceh dibantu personil Polda Aceh, Polres Aceh Besar serta Kodim 0101/BS, memusnahkan ladang ganja seluas hampir 5 hektar di 3 titik yang tersebar di dua lokasi yakni Lamteuba dan Indrapuri, Aceh Besar.

Ketiga titik koordinat ladang ganja ini didapat dari citra satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Kasubdit Narkotika Alami, Kombes Polisi Anggoro Sukartono yang memimpin operasi pemusnahan pada Senin (7/5) mengatakan, untuk mencapai lokasi pihaknya harus melalui medan yang berat.

“Tim gabungan membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam untuk sampai di titik koordinat lokasi ladang ganja. Hal ini tentu saja untuk menghindari pantauan masyarakat dan petugas” ungkap Kombes Anggoro Sukartono melalui keterangan pers.

Tim gabungan BNN Pusat dan Aceh dibantu personil kepolisian dan TNI memusnahkan 30 ton ganja basah di lokasi penemuan di Lamteuba dan Indrapuri, Aceh Besar, Senin (7/5). Foto : BNN Prov Aceh

Anggoro merincikan, ketiga titik lokasi ladang ganja itu masing-masing satu titik di Kemukiman Lamteuba Kecamatan Seulimuem dengan ketinggian lokasi 450 meter dari permukaan laut (mdpl) dengan luas lahan diperkirakan 1,5 hektar.

Dua lokasi berikutnya berada di wilayah Indrapuri dengan ketinggian lokasi 240 mdpl dan luas sekitar 3 ha.

“Total semua ada 30 ton ganja basah yang kita musnahkan. Rata-rata ketinggian pohon sudah mencapai 1,5 hingga 2 meter. Di lokasi kita tidak menemukan penunggu ladang atau penanam ganja tersebut” lanjut Anggoro.

Operasi ini, sebut Anggoro, merupakan operasi pemusnahan kali kedua yang dilakukan pihaknya pada tahun 2018.

Untuk itu, BNN menghimbau kepada masyarakat yang masih menanam ganja untuk meninggalkan pekerjaan yang memiliki resiko dari sisi hukum tersebut.

“Tanaman ganja adalah tanaman yang dilarang oleh negara dan kami berharap agar masyarakat menghentikan kegiatan penanaman ganja di wilayah Aceh ataupun seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia” pungkas Kombes Anggoro.

Komentar