Ilustrasi pasar

Aceh Sumatra (LHOKSUKON) – Sejumlah 68 pedagang kaki lima (PKL) Pasar Geudong, Kabupaten Aceh Utara minta penangguhan rencana relokasi pasar ke samping terminal kosong. Mereka mengharapkan pemerintah daerah, mengizinkan PKL berjualan seperti biasa, karena akan segera masuk Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri, Selasa (8/5).

Permintaan penangguhan disampaikan para pedagang PKL, melalui surat resmi kepada Bupati Aceh Utara. Dalam surat itu, pedagang menjelaskan pada dasarnya tidak mempermasalahkan relokasi pedagang.

“Namun kami perlu melaporkan beberapa hal,” jelas Ketua PKL Geudong Bustami dalam suratnya.

Permintaan pedagang diantaranya, tempat jualan tidak aman sehingga perlu dibangun bentuk Los. Selain itu akses jalan jupa perlu dibangun aspal. Begitu juga dengan kebutuhan listrik, air bersih, dan sarana ibadah belum tersedia.

Untuk bisa berjualan normal di lokasi baru juga butuh waktu lama. Sehingga, pedagang akan kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga selama bulan puasa dan Idul Fitri.

“Sehubungan dengan akan datangnya bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, mohon kiranya bapak bupati memberi kesempatan tetap berjualan seperti biasa, ” tegas Bustami dalam suratnya yang juga dikirim kepada Ketua DPRK Aceh Utara dan Anggota DPR RI asal Aceh.

Sementara itu Kadis Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Aceh Utara menegaskan, tujuan relokasi untuk kepentingan pedagang PKL, supaya lebih mudah melakukan aktifitasnya. “Selama ini pedagang kaki lima berjualan di lokasi sempit,” jelas Mansuri, Kabid Pasar pada Disperindagkop.

Terkait permintaan pedagang, akan dipenuhi bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. “Seperti jalan akses, segera kita bagun,” kata Mansuri. Sementara pembangunan Los juga akan diusulkan dalam anggaran berikutnya.

 

Komentar