Chairman Yayasan Sukma Bangsa Surya Paloh mewisuda 169 dari tiga Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Bireun dan Lhokseumawe di SSB Pidie, Gampong Peukan Baroe, Pidie, Sabtu (12/5). Foto : Medcom.id

ACEH SUMATRA, Sigli – Pendiri Yayasan Sukma Bangsa, Surya Paloh mewisuda 169 siswa SD, SMP dan SMA Sekolah Sukma Bangsa (SSB), Sabtu (12/5). Wisuda angkatan X dipusatkan di SSB Pidie yang berlokasi di Gampoeng Pineung, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Aceh.

Wisuda alumni tahun angkatan 2017/2018 terasa emosional, karena yang diwisuda pada tahun ini terdapat 23 siswa diantaranya merupakan anak-anak korban Tsunami Aceh yang mendapatkan beasiswa di sekolah tersebut sejak jenjang SD hingg SMA, atau 12 tahun sejak sekolah ini didirikan.

Direktur SSB Pidie Marthunis Bukhari mengungkapkan, sebenarnya, ada sebanyak 474 siswa SSB Pidie, Bireun, dan Lhokseumawe yang menamatkan pendidikan SD, SMP serta SMA.

Namun, prosesi wisuda hanya dilakukan kepada 169 siswa lantaran keterbatasan tempat. Maka itu, dari SSB Bireun dan Lhokseumawe hanya mengirim perwakilan masing-masing 15 wisudawan.

“Dari jumlah itu, ada 23 anak korban tsunami dan konflik Aceh yang ikut diwisuda. Waktu SD mereka terpisah di tiga lokasi (Pidie, Bireun, dan Lhokseumawe) dan pada 2012 sewaktu mereka SMP itu dipindah semua ke Pidie,” ungkap Marthunis.

Selain menampung anak-anak korban konflik dan tsunami, SSB juga menerima murid umum. Mereka diwajibkan untuk membayar Biaya Partisipasi Pendidikan (BPP). Jumlah BPP di masing-masing tingkat satuan pendidikan berbeda.

Sementara itu, chairman Yayasan Sukma Bangsa yang juga putra Aceh, Surya Paloh dalam pidatonya berpesan agar para wisudawan ke depannya dapat menjadi penerus bangsa yang handal.

Surya Paloh merasa bangga atas prestasi yang diraih siswa Sukma Bangsa sehingga dapat melahirkan generasi muda yang maksimal.

Paloh mengatakan Sekolah Sukma Bangsa telah berdiri selama 12 tahun atau sejak diresmikan pada 14 Juli 2006 lalu oleh Presiden kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Kala itu, keberadaan sekolah itu untuk membantu pendidikan anak-anak korban konflik dan korban bencana tsunami.

Untuk itu 12 tahun sudah berlalu kini adalah tahun pertama diwisuda untuk anak-anak yang sudah bersekolah selama 12 tahun di Sekolah Sukma Bangsa.

Surya Paloh berhara, siswa-siswi lulusan Sukma Bangsa berhasil menjadi pemimpin di tanah kelahiran mereka sendiri, Aceh. Tidak hanya itu,  Surya Paloh juga meyakini, bahwa masa depan bangsa Indonesia akan ada di tangan mereka.

“Mereka bertanggung jawab tidak hanya untuk Aceh, berpikir dengan hanya pemikiran Aceh. Tapi dari Aceh ditanamkan nilai keislaman sehingga ia bertanggung jawab dari Sabang sampe Merauke, dan itulah anak-anak kita, siswa-siwi dari lulusan Sukma Bangsa,” tutupnya.

Komentar