ACEH SUMATRA, Lhoksukon – Badan Pusat Statistik saat ini sedang melakukan survei potensi desa di 852 gampong yang tersebar di 27 kecamatan dalam wilayah kabupaten Aceh Utara. Hasil survei ini nantinya akan digunakan sebagai basis data oleh pemerintah kabupaten setempat dalam menyusun perencanaan pembangunan.

Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Kepala BPS Kabupaten Aceh Utara, Nursaidah, SE kepada acehsumatra.co.id usai acara sosialisasi survey Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan potensi desa (Podes) di hotel Lido Graha, Lhokseumawe, Senin (14/5).

“Saat ini 163 petugas kami di lapangan sedang melakukan survei potensi desa” tutur Nursaidah.

Dalam survei Podes, terang Nursaidah, petugas BPS akan mengambil data potensi di 852 desa. Data diambil dari hasil wawancara kepala desa dan tinjauan kelapangan.

“Survey potensi lebih kepada kondisi infrasturktur yang dapat menunjang kegiatan ekonomi masyarakat. Semisal infrasturktur jalan produksi pertanian dan perkebunan” sebut Kepala BPS.

“Survey ini tentu melibatkan aparatur Gampong, untuk itu kita buat sosialisasi dengan camat se-kabupaten dengan harapan petugas kita di lapangan dibantu dalam melakukan survey” harap Nursaidah.

Selain survey potensi desa, BPS juga melaksanakan survey Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Survey ini ditujukan untuk melihat iklim investasi tahun 2018 di daerah.

“Di Aceh Utara ada 72 sampel yang akan kita survey yang terdiri dari lembaga profit. Hari ini, sosialisasi juga dihadiri pihak yang akan disurvey seperti PT. PIM dan perusahaan profit lainnya di Aceh Utara” ungkap Nursaidah.

“Data dilapangan akan diolah oleh petugas sebelum dikirim ke pusat, dan pusat yang akan mengumumkan hasil survey itu nantinya” pungkasnya.

Sosialisasi survey PMTB dan Podes dibuka oleh Asisten II Aceh Utara, Saifullah mewakili Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib.

Hadir 27 camat se-Aceh Utara, Dinas terkait, perusahaan BUMN dan swasta. Dalam sosialisasi materi yang disampaikan oleh Taufieq itu, juga dibuka ruang diskusi dan tanya jawab.

Komentar