ACEH SUMATRA, Lhokseumawe – BPJS Kesehatan terus meningkatkan validitas data peserta JKN yang dijamin oleh Pemerintah Daerah melalui program jaminan sosial kesehatan yang diselenggarakannya. Seperti yang dilakukan BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe yang kerap melakukan spot sampling terhadap kepemilikan kartu jaminan sosial di wilayah kota Lhokseumawe, Kab. Bener Meriah, Kab. Aceh Tengah, Kab. Aceh Utara dan Kab. Bireuen.

Pengecekan dan penjajakan masyarakat yang sudah memiliki kartu JKN tersebut dilaksanakan BPJS Kesehatan sejak awal bulan Mei 2018, hal tersebut juga merupakan perwujudan tanggung jawabnya kepada Pemerintah Aceh yang sudah mengintegrasikan jaminan sosial kesehatan masyarakatnya sejak awal pembentukan BPJS Kesehatan.

Dalam upaya perbaikan data kepesertaan, pengecekan dilakukan dengan mendatangi rumah warga berbekal data dari Master File Kepesertaan JKN di tiap kantor BPJS Kesehatan. Kegiatan sampling dilakukan oleh petugas BPJS Kesehatan. Kegiatan sampling juga dilakukan untuk mencegah hambatan non-aktifnya kartu peserta saat hendak mendapatkan pelayanan kesehatan dikarenakan data yang tidak valid, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) peserta Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang belum tersistemasi secara online di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat sehingga tidak terhubungnya data peserta JKN ke sistem pencatatan sipil Pemerintah Aceh.

“Kita melakukan spot sampling untuk memastikan kepemilikan kartu tanda peserta JKN, apakah memang benar nomor kepesertaan itu masih dipegang dan dipergunakan oleh orang yang berhak, dan yang bersangkutan masih bisa mengakses pelayanan kesehatan yang diberikan oleh mitra BPJS Kesehatan” jelas Muhammad Taufik selaku Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe sesaat setelah melakukan spot sampling ke beberapa kecamatan di wilayah Kota Lhokseumawe.

“Hari ini (Kamis, 17 Mei 2018) kita turun ke Syamtalira Bayu, masih ada beberapa NIK peserta yang belum online dengan Dukcapil, kita terus himbau supaya diupdate sehingga kalua mau digunakan berobat tidak akan terkendala kepesertaan yang tidak aktif” tutup Taufik.

Meskipun sudah banyak masyarakat Aceh khususnya wilayah Cabang Lhokseumawe yang memiliki kartu kepesertaan JKN-KIS, namun atas kegiatan Spot Sampling yang dilakukan BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe ditemukan bahwa ada sebagian NIK masyarakat belum tersistemasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sehingga status kepesertaannya menjadi tidak aktif, untuk itu dihimbau kepada masyarakat agar melakukan pembaharuan data kependudukan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat.

Komentar