Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Lhokseumawe, Abdul Hadi (kiri) saat memberikan pendampingan bagi Erik (baju biru), pekerja yang terjatuh dari ketinggian 6 meter. Dok : Ist

ACEH SUMATRA, Lhokseumawe – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Lhokseumawe menanggung biaya pengobatan dan perawatan dua pekerja yang mengalami kecelakaan kerja. Dua peserta BPJS TK Lhokseumawe yang terdaftar sebagai peserta kategori Peserta Penerima Upah (PPU) itu kemudian dirujuk ke rumah sakit di Medan, Sumatera Utara.

Hal ini seperti disampaikan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lhokseumawe, Abdul Hadi kepada Acehsumatra.co.id, Selasa (22/5) di Lhokseumawe.

“Setiap tenaga kerja yang menjadi perserta BPJS tenaga kerja akan di tanggung biaya pengobatannya, baik biaya perawatan, tindakan medis, serta obat-obatan. Kita tanggung seluruh biaya pengobatan kepada peserta yang mengalami kecelakaan sampai dia sembuh,” ungkap Abdul Hadi.

Seperti baru-baru ini, cerita Abdul Hadi, ada tenaga kerja jasa konstruksi dari PT. Bolfour Sakti Indonesia, yakni Erik Kurniawan yang mengalami kecelakaan kerja. Erik yang bertugas sebagai linesman (pemanjat tower) dilaporkan terjatuh dari ketinggian 6 meter. Akibatnya, Erik mengalami patah tulang kaki sebelah kiri.

BPJS TK sebut Abdul Hadi sudah memberikan penanganan yang terbaik untuk korban kecelakaan kerja tersebut.

“Kita sudah memberikan penanganan yang terbaik. Untuk mendapatkan pengobatan yang maksimal kami meminta untuk merujuknya (Erik) ke rumah yang memiliki fasilitas lengkap untuk pengobatan tulang, yaitu rumah sakit RS Murni Teguh di Medan. Seluruh biaya di tanggung BPJS sampai dia benar-benar sembuh” ujar Abdul Hadi.

Selain Erik, sebut Hadi, terdapat seorang peserta BPJS TK lainnya yang mendapat bantuan dari pihaknya. Adalah Suria Efendi, Peserta Penerima Upah yang bekerja pada PT. Hyundai Engineering.

Suria Efendi mengalami kecelakaan setelah dirinya tertabrak dumptruck pada saat hendak berangkat menuju lokasi kerja.

Kedua korban dari dua perusahaan yang berbeda itu berasal dari Kabupaten Aceh Tengah, yang merupakan wilayah kerja BPJS ketenagakerjaan Kantor Cabang Lhokseumawe. Pada awalnya kedua TK tersebut dirawat di RSUD Datu Beru Takengon yang juga merupakan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJS Ketenagakerjaan yang telah bekerjasama sejak tahun 2015.

Kedua peserta, kata Hadi, sudah dirujuk dan mendapat perawatan di rumah sakit yang lebih lengkap fasilitas di Medan, sejak akhir April lalu.

“Karena kondisi TK yang membutuhkan tindak lanjut maka keduanya kemudian dirujuk ke RS Murni Teguh Medan. Hal ini merupakan tugas dan tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan mendampingi peserta agar mendapatkan pelayanan dan pengobatan yang maksimal” ujarnya.

Diterangkan, sesuai peraturan BPJS ketenagakerjaan bahwa tidak ada lagi batasan untuk pengobatan dan perawatan bagi peserta yang mengalamai kecelakaan kerja. Bagi Peserta Penerima Upah (PPU) saat ini bisa mengikuti program JKK Return To Work (RTW). Dimana peserta akan didampingi oleh petugas BPJS ketenagaklerjaan mulai terjadinya kecelakaan hingga peserta mampu kembali bekerja.

Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik makaBPJS Ketenagakerjaan terus melakukan perluasan kerjasama dengan Fasilitas Kesehatan di seluruh wilayah kerja Kacab Lhokseumawe.

Beliau juga menghimbau kepada seluruh perusahaan yang belum mendaftarkan tenaga kerjanyake BPJS Ketenagakerjaan agar segera bergabung.

“Mengingat BPJS Ketenagakerjaan sebagai Badan yang dibentuk pemerintah untuk memberikan perlindungan paripurna untuk pekerja Indonesia tentu akan memberikan lebih banyak manfaat untuk kesejahteraan pekerja” demikian Hadi.

Komentar