Suasana Rakor dan buka puasa bersama oleh KIP Kota Lhokseumawe di Lido Graha Hotel, Senin (28/5). Foto : AS

ACEH SUMATRA, Lhokseumawe – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Lhokseumawe menggelar rapat koordinasi bersama partai politik peserta Pemilu 2019 di Hotel Lido Graha, Senin (29/5). Dalam Rakor yang dihadiri pimpinan Forkopimda Kota Lhokseumawe beserta panitia pengawas Pemilu, juga dirangkai dengan buka puasa bersama.

Anggota KIP Lhokseumawe, Yuswardi Mustafa kepada acehsumatra.co.id mengatakan, rapat koordinasi digelar sebagai bentuk sosialisasi kepada para pihak terkait tentang tahapan Pemilu 2019 yang sedang dilaksanakan pihaknya.

“Sosialisasi tentang tahapan Pemilu yang sudah dilaksanakan KIP Lhokseumawe. Dalam sosialisasi, kita melaporkan tahapan Pemilu dari awal hingga tahapan yang saat ini sedang berlangsung” tutur Yuswardi.

Dalam Rakor, kata Yuswardi, pihaknya melaporkan tahapan Pemilu 2019 yang hingga saat ini telah selesai melakukan verifikasi dukungan KTP untuk calon DPD RI.

“Kita melaporkan tahapan mulai dari rekruitmen PPK oleh badan ad-hoc dan perekrutan PPS. Lalu, kita juga melaporkan penentuan daerah pemilihan (dapil) beserta alokasi kursi. Lalu kita juga telah melakukan Coklit (pencocokan dan penelitian) data kependudukan” ujar Yuswardi merincikan.

Selanjutnya, KIP akan mencocokkan DPHP (Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran) bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sebelum dikeluarkan Daftar Pemilih Sementara (DPS).

“Sehingga, dengan sosialisasi ini Muspida dan partai politik paham tahapan yang telah kita lakukan” imbuhnya.

Dalam sosialisasi sebut Yuswar, parpol peserta Pemilu juga mempersoalkan tindakan tim penertiban dibawah pimpinan Panwaslu Kota Lhokseumawe. Penertiban dilakukan petugas beberapa waktu lalu terhadap spanduk, baliho dan leaflet milik pengurus partai politik. Spanduk dan alat peraga kampanye itu dinilai tidak layak untuk dipasang karena belum memuat tahapan kampanye.

“Tadi juga parpol minta spanduk ucapan selamat ramadhan dibolehkan menggunakan logo dan nomor partai. Pihak Panwaslu sudah menyampaikan secara aturan tidak dibolehkan. Spanduk tetap bisa dipasang hanya dengan penyebutan nama, misal ‘ketua partai … mengucapkan selamat menunaikan ibadah Ramadhan’. Tidak boleh ada lambang atau namor urut. Tadi sudah dijelaskan oleh Ketua Panwaslu” papar Yuswardi.

KIP Kota Lhokseumawe menggelar rapat koordinasi diakhir masa jabatan komisioner saat ini. Bertepatan dengan bulan ramadhan, rakor dirangkai dengan buka puasa bersama.

“Silaturahmi bersama Forkopimda sekaligus buka puasa bersama. Tadi seluruh pihak memaparkan kontribusinya untuk Pemilu 2019, seperti pemerintah kota yang siap memback-up penyelenggara. Kepolisian siap memberikan keamanan bagi masyarakat, tadi juga, pihak TNI juga menyampaikan kembali jaminan netralitas pihaknya pada Pemilu nanti” sebut Sekretaris KIP Lhokseumawe, Mohammad Rizal.

Terlihat hadir dalam Rakor, Sekda Kota Lhokseumawe Bukhari AKS, perwakilan Kapolres Lhokseumawe, perwakilan Dandim 0103/AU, sejumlah kepala dinas terkait, pimpinan dan penghubung partai politik peserta Pemilu di Kota Lhokseumawe dan sejumlah kalangan.

Komentar