Sejumlah anak-anak menggunakan bak terbuka bersiap menuju lokasi kampanye paslon Cabup Aceh Selatan di Padang Seumantok, Kec. Meukek, Sabtu (23/6). Dok : Ist

ACEH SUMATRA, Tapaktuan – Kampanye terbuka pasangan calon bupati dan wakil bupati Aceh Selatan H. Teuku Sama Indra dan Drs. Harmaini yang digelar di lapangan sepakbola Padang Seumantok, Kecamatan Meukek, Sabtu (23/06) menyisakan kecaman. Kecaman dialamatkan kepada kandidat dan tim pemenangan karena melibatkan anak-anak dalam kampanye terbuka paslon yang mengusung jargon Pasangan Putih.

Foto-foto pengerahan massa kampanye dari kelompok usia di bawah umur beredar luas di media sosial dan grup whatsapp.

Sejumlah anak-anak menaiki kendaraan bak terbuka menuju lokasi kampanye calon bupati dan wakil bupati Aceh Selatan di Padang Seumantok, Kec. Meukek, Sabtu (23/6). Dok : Ist

Pengerahan massa kampanye Pasangan Putih yang melibatkan banyak anak-anak mendapat protes keras dari Aliansi Pemuda Peduli Aceh selatan (AP2AS). Ketua AP2AS, Ismed melalui rilis yang diterima redaksi acehsumatra.co.id mengaku menyayangkan upaya tim pemenangan pasangan putih dalam menggalang massa.

Menurut Ismed, pengerahan anak-anak dalam kegiatan politik melanggar Undang-undang Perlindungan Anak.

“Selain itu juga membahayakan keselamatan anak-anak yang menggunakan kendaraan bak terbuka dan tidak didampingi oleh orang tua” ujarnya.

Pelibatan anak-anak dalam kegiatan politik, kata Ismed, melanggar Undang-undang nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak seperti termaktub pada pasal 15 dan Pasal 76 H.

“Secara eksplisit melarang pelibatan anak dalam aktivitas politik dan pasal 15 UU Perlindungan Anak menyebutkan, setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik” kata Ismed.

Menyikapi kasus tersebut, pihaknya meminta Panwaslih Aceh Selatan untuk memproses kasus ini sebagai sebuah pelanggaran karena dengan jelas melakukan pengerahan massa anak-anak di bawah umur.

“Kita bisa lihat dari kendaraan dan pakaian yang dipakai jelas milik salah satu pasangan calon Bupati Aceh Selatan dan itu tidak bisa dielak lagi” tulisnya.

Artis Adi KDI menyalami sejumlah anak-anak di lokasi kampanye Pasangan Putih di Padang Seumantok, Kec. Meukek, Aceh Selatan, Sabtu (23/6). Dok : AS 

Dihubungi terpisah, Ketua Panwaslih Aceh Selatan Hendra Syahputra, SHI mengaku sudah mendapatkan laporan-laporan tentang pengerahan massa kampanye dari usia anak. Hendra menyebut, jika terbukti, hal itu benar sebagai sebuah pelanggaran dan bisa diancam pidana.

Ketua Panwaslih juga sepakat bahwa dugaan pelibatan anak-anak dalam kampanye politik melanggar Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Kita akan melakukan kajian terhadap dugaan pelanggaran tersebut. Selanjutnya akan kita rekomendasikan kepada pihak terkait hasil dari kajian dan keputusan dari Panwaslih Aceh Selatan. Intinya, kami akan proses laporan ini” demikian Hendra Syahputra. (Dyt)

Komentar