Kabag Humas Pemkab Aceh Selatan, Masriadi (kanan) didampingi Asisten I Erwiandi saat memberi keterangan terkait hitung cepat versi Desk Pilkada Aceh Selatan yang tidak bisa diakses awak media, Rabu (27/6). Dok : AS

ACEH SUMATRA, Tapaktuan – Sejumlah wartawan yang melakukan peliputan hasil perolehan suara sementara, Pilkada serentak 2018 di Kabupaten Aceh Selatan merasa kecewa dengan pimpinan daerah setempat. Kekecewaan awak media muncul akibat kebijakan pimpinan daerah setempat, yang tidak memperbolehkan wartawan memperoleh data hasil hitung cepat yang dilakukan oleh Desk Pilkada Pemkab Aceh Selatan.

Sebelumnya, Pemkab Aceh Selatan melalui bagian pemerintahan melakukan hitung cepat (quick count).

Beberapa kali awak media mencoba meminta data tersebut ke bagian Desk Pilkada, selalu dihalangi petugas Satpol PP yang berjaga di pintu ruangan. Pihak Satpol PP mengamankan ruangan tersebut super ketat. Mereka hanya berujar “ijin dulu ke Kabag Pemerintahan”.

Kekesalan awak media yang ingin memperoleh data pembanding versi Desk Pilkada mencapai puncaknya, karena hingga pukul 23:00 WIB, Rabu (27/6), wartawan juga tak diberi akses memperoleh data dimaksud.

Sejumlah kecurigaan muncul, salah satunya dugaan larangan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan agar data tersebut tidak disebarluaskan. Selain itu, ada dugaan buntut kekecewaan pihak-pihak tertentu terhadap hasil perolehan suara hingga data tersebut ditahan.

“Pilkada 2013 yang lalu kenapa bisa kita peroleh datanya, sekarang kok tidak boleh, ada apa?” ujar salah seorang rekan wartawan.

Pj Bupati Aceh Selatan, Dedi Yuswadi juga tidak bersedia menerima wartawan yang ingin mengkonfirmasi langsung upaya menghalangi tugas jurnalistik yang sedang diemban awak media.

Dedi hanya menyarankan wartawan menjumpai Kabag Humas, Masriadi.

Kepada awak media Masriadi yang didampingi Assisten I Erwiandi menyebut hitung cepat versi Pemkab Aceh Selatan bukan untuk konsumsi publik. Data Desk Pilkada yang disebut berasal dari petugas di kecamatan dan tim pemantau, hanya untuk kepentingan internal saja.

“Hitungan versi Desk Pilkada Aceh Selatan hanya untuk internal. Data itu untuk laporan kami ke Gubernur dan Kementerian Dalam Negeri,” tutur Masriadi.

Sementara dikonfirmasi terkait data perolehan sementara yang dikeluarkan pihak Desk Pilkada pada pukul 18:00 WIB, dan sempat beredar dikalangan wartawan dianggap tidak resmi. Ia juga tidak menyebut secara gamblang keabsahan fotokopi data yang telah beredar luas.

“Data tadi sore itu tidak resmi, karena tidak ada spesimen tanda-tangan pimpinan. Saya tidak bisa katakan data itu benar, namun juga tidak ingin membantah kebenarana data tersebut,” ujarnya.

Baca Juga : Azam Klaim Menang, Data Desk Pemkab Aceh Selatan Sulit Diakses

Hasil perolehan suara Pilkada Aceh Selatan masih belum dapat dipastikan, sebelum pihak penyelenggara melakukan rekapitulasi perolehan suara. Namun, pasangan nomor urut 2, Azwir – Amran telah melakukan konferensi pers mengklaim kemenangan.

Meskipun hasil hitung cepat beberapa pihak seperti RAPI Aceh Selatan menyebut pasangan yang memiliki jargon AZAM diunggulkan dalam Pilkada Aceh Selatan, namun publik harus bersabar menunggu hasil perhitungan resmi dan rekapitulasi oleh Komisi Independen Pemilihan Aceh Selatan. (Dyt)

Komentar