Ketua Panwaslih Aceh Selatan Hendra Saputra, S. Sos, I. Dok : AS

ACEH SUMATRA, Tapaktuan – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Selatan mulai mengusut temuan dugaan pelanggaran pemilihan kepala daerah. Temuan tersebut berupa dugaan pencoblosan lebih dari satu kali di lokasi berbeda oleh orang yang diduga sama.

Ketua Panwaslih Aceh Selatan, Hendra Saputra kepada acehsumatra.co.id, Kamis (28/6), di sekretariat KIP, Lhok Keutapang, Tapaktuan, mengatakan dugaan pemilih ganda ditemukan di Kecamatan Meukek.

“Benar ada temuan teman-teman Panwascam Meukek terkait dugaan pemilih ganda. Besok (Jumat), Panwascam akan mengumpulkan data di lapangan termasuk melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan” kata Hendra.

Dijelaskan, dugaan pemilih ganda terjadi di TPS 1 Gampong Blang Kuala dan TPS 2 Labuhan Tarok oleh orang yang diduga sama yang berinisial THS. Namun, ada sedikit perbedaan nama, sebut Hendra, dimana pemilih yang menggunakan hak pilihnya di TPS Labuhan Tarok berinisial hanya TH.

“Kita akan melengkapi data secara administrasi dulu, termasuk penyesuaian NIK yang nantinya kita minta ke KIP, lalu klarifikasi kepada terduga pelaku termasuk memintai KTP dan KK nya untuk disesuaikan,” lanjutnya.

Apabila dugaan temuan pihak Panwascam terbukti, Hendra memastikan hal ini akan diproses lebih lanjut dengan materi pidana pemilihan.

“Sesuai UU nomor 10 tahun 2016 yang menyebutkan apabila seseorang pemilih menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali baik di TPS yang sama ataupun di TPS berbeda, diancam hukuman minimal 36 bulan kurungan penjara dan maksimal 108 bulan” ujarnya.

Saat ini, lanjut Hendra, pihaknya masih dalam tahap memintai klarifikasi sebelum menyatakan dugaan tersebut benar mengandung unsur pidana.

Dia menambahkan, secara aturan, Panwas diberi waktu 5 hari untuk mengkaji kasus dugaan pelanggaran tersebut. Secara keseluruhan, sesuai regulasi, tim bekerja selama 21 hari hingga tahap penuntutan.

“Apabila setelah kita kumpulkan bukti-bukti benar yang mencoblos dua kali ini orang yang sama, maka Panwas akan merekomendasikan kepada pihak kepolisian yang tergabung dalam sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) untuk melanjutkan ke proses penuntutan pidana” terangnya.

“Tunggu saja tim sedang bekerja, yang pasti temuan ini akan kita proses sesuai aturan dan UU yang berlaku” demikian Hendra.

Sementara itu Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedi Sadsono menyebut masih menunggu proses yang sedang berlangsung di panitia pengawas. Ia memastikan jika dugaan ini terbukti mengandung unsur Pidana, maka akan di proses sesuai aturan.

“Kita tunggu teman-teman Panwas bekerja, jika terbukti pidana pasti kita proses hukum” kata Kapolres. (Dyt)

Komentar