Ketua panitia PKA 7 Kontingen Aceh Selatan, Drs. Martunis. Dok : AS

ACEH SUMATRA, Tapaktuan — Panitia kontingen Aceh Selatan terus memantapkan persiapan untuk mengikuti Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII yang akan digelar 5-15 Agustus 2018 di Banda Aceh. Kabupaten penghasil pala ini menurut rencana akan tampil pada seluruh kegiatan yang diperlombakan.

Dalam keikutsertaannya tahun ini, kontingen Aceh Selatan akan memadukan budaya lokal dari 3 etnis yakni Aceh, Kluet dan Aneuk Jame.

Ketua panitia, Drs Martunis kepada acehsumatra.co.id, Senin (9/7) mengatakan, kontingen Kabupaten Aceh Selatan akan melibatkan 600 personil. 400 personil sebagai peserta perlombaan dan sisanya panitia.

“Kita sudah anggarkan kurang lebih Rp3 milyar untuk ikut even bergengsi ini” kata Drs. Martunis.

PKA VII yang dipusatkan di Taman Ratu Safiatuddin, Lapangan Blang Padang dan Museum Tsunami Aceh. Panitia PKA propinsi telah menyusun kegiatan perlombaan dan penampilan eksebisi. Kontingen Aceh Selatan, sebut Martunis akan ikut ambil bagian pada seluruh perlombaan.

Adapun bidang pagelaran budaya dan adat istiadat yang diperlombakan yaitu Manoe pucok, upacara adat perkawinan, peudame ureung, boeh gaca, peragaan busana adat dan peu ayon aneuk. Selanjutnya aneka lomba rakyat dan permainan rakyat yang diikuti yakni kerajinan anyaman khas Aceh, catoe Aceh, Engrang (geuntet), gaseng, geulayang tunang, lomba jalo, lomba masakan ikan, lomba kue tradisional Aceh, landok sampot dan kuliner makanan tradisional Aceh.

“Untuk kue tradisional kita akan tampilkan olahan bahan Sagu. Sedangkan kuliner Aceh kita tampilkan masakan gulai talas/keladi, sebagai masakan khas wilayah kita” lanjut Martunis.

Selain itu, untuk bidang kesenian, kontingen Aceh Selatan mengikuti lomba Tari kreasi baru, paduan suara, seni tari seudati tunang, dalailul khairat, seni pertunjukan sendratari, Cagok (lawak Aceh), lomba cipta dan baca puisi daerah, musik garapan tradisional (garapan baru), seni lukis, meurukon dan Zikir Maulid.

“Ada beberapa yang kita unggulkan bidang ini seperti tari kreasi baru dan musik garapan tradisional (garapan baru)” lanjutnya.

Sementara itu, kontingen Aceh Selatan juga mengikuti kegiatan non lomba atau eksebisi. Kegiatan seperti tarian khas Aceh, orkes melayu/gambus hingga rapai debus (debus rock) akan ditampilkan setiap malam di anjungan Aceh Selatan.

“Setiap malam kita akan isi penampilan eksebisi di anjungan Aceh Selatan untuk menarik minat pengunjung. Kita akan hias anjungan dengan menampilkan latar budaya Kluet, Jame dan Aceh. Selain itu kita juga kumpulkan benda cagar budaya untuk dipamerkan. Meskipun tidak diperlombakan, penampilan eksebisi ini juga menunjang penilaian anjungan” kata Martunis.

Dibagian akhir, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini berharap seluruh bidang maksimal dalam mempersiapkan diri.

“Ada beberapa pimpinan SKPD yang terlibat dan saat ini kita sedang melakukan evaluasi. Kita menargetkan kembali meraih juara umum seperti PKA beberapa tahun lalu” demikian Drs. Martunis.

Sementara itu, Ketua Bidang Pagelaran Budaya, Yulmainar mengatakan pihaknya telah mempersiapkan kebutuhan untuk mengikuti PKA VII. Salah satu bidang Pagelaran Budaya yang diikuti yakni prosesi adat perkawinan etnis Aneuk Jame.

“Kami sudah rapat bersama pemangku adat dan para keuchik. Prosesi adat perkawinan Aneuk Jame ini kan unik dan banyak prosesnya. Kita berharap, dengan keunikannya baik dari proses awal hingga pelaminan yang berbeda dari daerah lain, kita berharap memperoleh hasil maksimal pada bidang ini” ujar Camat Tapaktuan itu. (Dyt)

Komentar