Kepala BPMG Aceh Selatan, Emmifizal, Sp di ruang kerjanya, Selasa (10/7). Dok : AS

ACEHSUMATRA.CO.ID, Tapaktuan — Kontingen Kabupaten Aceh Selatan meraih juara umum perlombaan Teknologi Tepat Guna (TTG) pada acara Bulan Bhakti Pemberdayaan Masyarakat Gampong (BBPMG) Ke-I Propinsi Aceh tahun 2018 yang dilaksanakan di Kota Langsa beberapa hari lalu.

Kabupaten Aceh Selatan keluar sebagai juara setelah meraih dua gelar juara 1, satu gelar juara 2 dan satu gelar harapan 1 dari 4 cabang kategori yang diperlombakan. Dengan meraih juara pada setiap kategori, akhirnya mengantarkan negeri penghasil pala itu sebagai juara umum.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh Selatan, Emmifizal, SP, Selasa (10/7), kepada wartawan mengatakan, ke empat cabang yang diperlombakan itu adalah lomba gampong, stand pameran, Teknologi Tepat Guna (TTG) inovasi terbarukan dan TTG alat teknologi unggulan.

“Alhamdulillah, kita meraih juara umum. Kita juara I untuk TTG inovasi terbarukan dengan objek alat pemberi pakan ikan otomatis dan juara I stand terbaik. Selanjutnya kita juara II lomba gampong dan juara harapan I alat teknologi unggulan (TTG) yakni mesin pengupas kulit tebu” tutur Emmifizal di ruang kerjanya.

Dirincikan, alat TTG yang meraih Juara I yaitu alat pemberi pakan ikan otomatis yang terkoneksi bluetooth. Sehingga alat tersebut bisa diperintahkan dari jarak lebih kurang 10 meter. Alat ini dibuat dari bahan-bahan sederhana dan murah serta kapasitas alat ini bisa disesuaikan tergantung kebutuhan.

Mesin pemberi pakan ikan otomatis yang terkoneksi via bluetooth dan dapat dioperasikan menggunakan Handphone dari jarak lebih kurang 10 meter hasil karya siswa tamatan SMA di Tapaktuan, Aceh Selatan berhasil menyabet juara I TTG Inovasi Terbarukan di Langsa tahun 2018. Dok : AS

“Alat ini diciptakan atau dirangkai oleh anak yang baru tamat SMA dan sekarang baru kuliah di Unsyiah. Alat ini bisa kita perintahkan dari jauh menggunakan handphone,” jelas Emmifizal.

Sedangkan juara I lainnya yakni stand terbaik juga lahir dari inovasi dan kreatifitas tim yang diutus.

“Sesuai temanya TTG, kita memanfaatkan barang buangan/limbah seperti ampas tebu yang dirangkai untuk menjadi dinding dan hiasan stand. Bahan lainnya yang kita gunakan seperti kulit pinang yang kita pipihkan lalu kita susun sebagai aksesoris” lanjutnya.

Untuk lomba gampong, Kabupaten Aceh Selatan yang mengirim Gampong Sapek, Kecamatan Kluet Timur harus berbangga dengan raihan di posisi kedua terbaik se-Aceh. Penilaian pada lomba gampong, kata Emmifizal, mencakup banyak aspek.

Namun, tim juri penilai lebih menitik beratkan pada pengelolaan administrasi gampong, tata kelola pemerintahan gampong hingga pemanfaatan dana desa untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

“Jauh sebelum ini, kita telah kirim berkas ke propinsi dan mereka juga melakukan peninjauan ke lapangan secara dadakan. Di Langsa kemarin, kita presentasikan makalah, terkait tata kelola administrasi dan kebijakan gampong serta BUMG. Seluruh kebijakan pimpinan gampong, baik Geuchik atau Tuha Peut harus dapat dibuktikan, apakah itu resume hasil pertemuan, surat menyurat hingga qanun gampong yang dihasilkan. Termasuk didalamnya bagaimana cara mengelola BUMG sebagai PAD untuk gampong itu sendiri” ujarnya.

Sementara itu, alat TTG lainnya yang mendapat juara yaitu harapan 1 adalah mesin pengupas kulit tebu karya mahasiswa Politeknik Aceh Selatan.

Atas prestasi ini, panitia memberikan hadiah pembinaan untuk juara I inovasi terbarukan (pemberi pakan ikan otomatis) Rp10 juta dan juara I stand terbaik juga dengan nominal yang sama.

Juara II lomba gampong memperoleh hadiah pembinaan sebesar Rp90 juta serta alat teknologi unggulan pengupas tebu (harapan I) dengan nilai uang pembinaan Rp7 juta.

Dari raihan prestasi ini, BPMG Aceh Selatan berharap, prestasi yang diraih saat ini dapat dipertahankan dan dikembangkan pada masa yang akan datang. “Banyak yang terlibat disini, mulai dari Geuchik, Camat atau pun putra-putri terbaik Aceh Selatan. Semoga ke depan dapat lebih baik lagi” demikian Emmifizal. (Dyt)

Komentar