Wali murid O2SN, Suriadi Said protes terhadap dugaan pemotongan uang hadiah untuk para juara. Dok : Ist

ACEH SUMATRA, Lhoksukon — Sejumlah wali murid melayangkan protes kepada panitia Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) yang digelar di Kabupaten Aceh Utara. Protes dilakukan oleh orang tua murid karena adanya dugaan pemotongan uang hadiah bagi peserta.

Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) itu sendiri digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Aceh melalui PPMG wilayah III.

Salah seorang wali murid, Suriadi Said, Senin (9/7), kepada awak media menyebutkan, para wali murid mempertanyakan kepada panitia pelaksana, terkait dugaan ‘penyunatan’ alias pemotongan uang hadiah.

Sebelumnya, kata Suriadi Said, sebagai mana yang telah disepakati dalam rapat, hadiah untuk juara 1 sebesar Rp3 juta, juara 2 sebesar Rp2 jutadan juara 3 sebesar Rp1juta.

Namun, sebut sumber itu, saat menerima hadiah, para juara mendapatkan nilai yang tidak sesuai. sebagai contoh, peserta untuk juara 1 hanya menerima uang hadiah sebesar Rp1.750.000.

“Saat pembagian hadiah untuk para juara, jumlahnya sudah tidak sesuai dengan kesepakatan dalam rapat panitia pelaksana, hadiah tersebut telah di pangkas” kata Suriadi Said.

Menurutnya, sudah sepantasnya orang tua murid mempertanyakan pemotongan tersebut. Ia mempertanyakan atas dasar apa panitia melakukan pemotongan hadiah bagi para juara.

“Bahkan pemotongan tersebut sangat besar hampir mencapai 50 persen. Kami menduga ada oknum panitia yang mempermainkan jumlah hadiah itu” kata Suriadi.

Suriadi menambahkan seharusnya panitia pelaksana transparan dalam melaksanaan O2SN, bila terjadi perubahan. Seperti penambahan cabang olah raga, maupun pengurangan hadiah untuk para juara, diumumkan kembali sebelum kegiatan dimulai.

“Ini malah diketahui oleh para peserta adanya perubahan setelah pembagian hadiah,” ungkapnya menggerutu.

Suriadi berharap, panitia jangan mempermainkan kegiatan O2SN mengingat para peserta merupakan generasi muda penerus bangsa di masa yang akan datang.

“Seharusnya mereka bisa menerima jerih payahnya sesuai yang telah dijanjikan dan diputuskan dalam rapat bersama” harapnya.

“Hal seperti ini tidak boleh ditolerir. Kita berharap pimpinan tinggi di Aceh agar dapat mengevaluasi kembali terkait pelaksanaan kegiatan O2SN. Apabila terjadi kecurangan, kami berharap dapat ditindak secara tegas sesuai aturan yang berlaku” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang pejabat di kantor Pusat Peningkatan Mutu Guru (PPMG) wilayah III, Azhari, menyangkal isu pemotongan uang hadiah seperti yang dilontarkan salah satu wali murid tersebut. Namun ia mengakui kegiatan Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional tingkat Kabupaten Aceh Utara yang dilaksanakan oleh pihaknya.

“Tidak ada pemotongan hadiah pada pelaksanaan O2SN di Aceh Utara, hanya saja ada penambahan cabang pertandingan, jadi anggaran yang tersedia kita bagikan lagi. Namun saya tidak bisa menjelaskan secara rinci terhadap teknisnya, coba tanyakan saja pada panitia pelaksana,” jawabnya singkat. (has)

Komentar